Kuliner Sehat Kian Diminati di Bandar Lampung, Kukusan Sehat Binda Jadi Andalan Pagi Hari

Rizky Panchanov - Jumat, 24 Apr 2026 - 21:43 WIB
KULINER: Kukusan Sehat kian digemari seiring gaya hidup sehat.
KULINER: Kukusan Sehat kian digemari seiring gaya hidup sehat. - FOTO SINTIA MAHARANI

Follow Us:

Google News Radar Lampung Radar Lampung WhatsApp Channel
Advertisements

BANDAR LAMPUNG – Peluang usaha kuliner sehat terus dilirik anak muda. Salah satunya dijalani Lisa Mertalia (24), warga Gedung Harapan, Lampung Selatan, yang kini mengembangkan usaha makanan kukus bertajuk Kukusan Sehat Binda sejak 1 November 2025. Usaha ini berangkat dari ketertarikannya setelah melihat tren makanan sehat di media sosial.

Lisa mengaku awalnya terinspirasi dari konten di TikTok yang menampilkan aneka makanan kukus. Menurutnya, selain menyehatkan, usaha kukusan juga memiliki potensi keuntungan harian yang cukup menjanjikan.

“Saya melihat di media sosial, khususnya TikTok, banyak yang jualan kukusan. Saya tertarik karena ini makanan sehat dan peluangnya bagus untuk cuan harian,” ujarnya.

Dalam menjalankan usahanya, Lisa menawarkan beragam menu kukusan dengan harga terjangkau. Ia menjual telur puyuh seharga Rp1 ribu per butir dan telur ayam Rp3 ribu per butir.

Advertisements

Selain itu, tersedia aneka umbi dan hasil bumi seperti ubi madu, ubi orange, ubi ungu, kentang, talas, sukun, singkong, pisang, kacang, labu kuning, jagung manis, jagung ketan hitam, hingga jagung batik yang dibanderol Rp2 ribu per potong.

Untuk lokasi berjualan, Lisa membuka lapaknya di seberang Polda Lampung, tepatnya sebelum Kampus ITERA atau arah Tol Kotabaru.

Ia berjualan setiap hari mulai Senin hingga Minggu, dengan waktu operasional sejak pukul 06.00 hingga dagangan habis, biasanya paling siang pukul 09.00.

Dalam sehari, Lisa mampu menjual total hingga sekitar 23 kilogram berbagai menu kukusan. Bahan baku yang digunakan diperoleh dari Pasar Jatimulyo untuk menjaga ketersediaan dan kualitas produk.

Advertisements

Menariknya, ia mengaku penjualan pada hari biasa justru lebih ramai hingga 60 persen dibandingkan akhir pekan.

Target pasar usaha ini cukup luas, mulai dari pekerja kantoran, mahasiswa, komunitas olahraga, hingga masyarakat yang sedang menjalani program diet.

Meski demikian, Lisa mengakui ada sejumlah tantangan dalam menjalankan usahanya, seperti keterbatasan kapasitas alat kukus, menjaga kualitas produk, serta konsistensi rasa.

“Karena pakai alat kukus, produksinya terbatas. Selain itu, makanan kukus juga harus benar-benar diperhatikan waktu dan suhunya supaya tidak cepat basi dan rasanya tetap enak,” jelasnya.

Advertisements

Share:
Editor: Rizky Panchanov
Source:
Advertisements

Baca Juga

Rekomendasi

Advertisements
Yamaha

Berita Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Berita Terbaru

Advertisements

Berita Pilihan

Advertisements

Topik Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Foto Terbaru

Video Terbaru

Advertisements