BANDARLAMPUNG – Badan Pusat Statistik (BPS) Lampung mencatat persentase penduduk lanjut usia
(lansia) di provinsi ini mencapai 11,39 persen berdasarkan hasil Survei Penduduk Antarsensus (Supas)
2025.
Kepala BPS Provinsi Lampung Ahmadriswan Nasution mengatakan angka tersebut mengalami
peningkatan dibandingkan hasil Supas 2020 yang tercatat 9,61 persen.
“Berdasarkan SUPAS 2025, penduduk berusia 60 tahun ke atas di Lampung mencapai 11,39 persen.
Persentase ini meningkat dibandingkan SUPAS 2020 sebesar 9,61 persen,” ujar Ahmadriswan di
Bandarlampung, Selasa.
Ia menjelaskan, meningkatnya persentase penduduk lansia hingga berada di atas 10 persen di
kabupaten dan kota menandakan Provinsi Lampung telah memasuki fase ageing population atau
populasi menua.
Menurut data BPS, Kabupaten Lampung Timur menjadi daerah dengan persentase lansia tertinggi, yakni
mencapai 12,56 persen. Sementara persentase terendah berada di Kabupaten Mesuji sebesar 9,63
persen.
Selain itu, sebagian besar lansia di Provinsi Lampung masih bergantung pada keluarga sebagai sumber
utama pemenuhan kebutuhan hidup. Persentasenya mencapai 48,76 persen.
“Sumber utama pendapatan lansia berikutnya berasal dari pekerjaan sebesar 41,69 persen, dana
pensiun 5,56 persen, jaminan sosial atau bantuan sosial 1,76 persen, tabungan dan investasi 0,85
persen, serta lainnya 1,39 persen,” katanya.
Ahmadriswan menambahkan, meningkatnya jumlah lansia di Lampung juga sejalan dengan
bertambahnya angka harapan hidup masyarakat yang kini mencapai 74 tahun.
Menurutnya, kondisi tersebut perlu diimbangi dengan berbagai kebijakan yang mampu mendukung
lansia tetap sehat, produktif, dan berkualitas di usia lanjut.
“Meski populasi mulai menua, kualitas hidup lansia harus tetap dijaga melalui berbagai kebijakan
pemerintah yang mendukung mereka tetap produktif sesuai bidang masing-masing,” ujarnya.
Ia menilai fase ageing population tidak selalu berdampak negatif. Sebaliknya, kondisi tersebut dapat
membuka peluang baru, termasuk munculnya jenis pekerjaan dan aktivitas ekonomi yang berkaitan
dengan kebutuhan lansia.
“Fase ageing population ini bisa menjadi hal positif karena semakin banyak lansia yang tetap produktif
dan berkualitas,” tandasnya. (ant/c1/abd)
