Lumpuhnya Hukum dalam Prahara Iran

DUNIA hari ini seolah sedang berdiri di tepi jurang yang sangat dalam. Sejak pecahnya eskalasi besar-besaran Amerika Serikat-Israel melawan Iran, kita tidak hanya menyaksikan deru mesin perang dan kilatan rudal di langit Timur Tengah.
gambar-user/nGqdRZtzbMK7ZusDinKfYTeZXRw926FlCBxmdPIW.webp
Redaksi - Sabtu, 18 Apr 2026 - 23:57 WIB
ILUSTRASI Lumpuhnya Hukum dalam Prahara Iran.
ILUSTRASI Lumpuhnya Hukum dalam Prahara Iran. - Foto Harian Disway

Follow Us:

Google News Radar Lampung Radar Lampung WhatsApp Channel
Advertisements

Advertisements

Kita tidak boleh lupa bahwa keselamatan pasukan penjaga perdamaian kita, Kontingen Garuda yang bertugas di bawah mandat UNIFIL, kini berada dalam risiko tinggi karena melubernya front pertempuran ke Lebanon Selatan.

Netralitas mandat PBB tidak lagi memberikan jaminan keselamatan otomatis di medan yang dipenuhi oleh teknologi drone dan artileri berat.

Sebagai penutup, agresi Amerika Serikat-Israel terhadap Iran itu adalah cermin buram bagi peradaban modern. Kita menyaksikan bagaimana manusia membakar bumi untuk menguasai sumber daya fosil yang pada akhirnya justru memperburuk krisis iklim.

Emisi karbon yang dilepaskan dalam dua pekan perang ini setara dengan emisi tahunan puluhan negara kecil.

Advertisements

Keamanan nasional tidak boleh lagi hanya dipandang dari jumlah pangkalan militer atau kecanggihan rudal, tetapi harus dibangun di atas fondasi hukum yang dihormati dan lingkungan yang layak huni.

Jika tatanan hukum internasional terus dibiarkan lumpuh, masa depan yang kita wariskan hanyalah sebuah dunia yang penuh dengan guncangan ketidakpastian dan ketidakadilan.

Sudah saatnya kita menuntut ulang makna keamanan yang sesungguhnya –keamanan yang lahir dari kepatuhan terhadap hukum, bukan dari ujung laras senjata. (*)

*) Sri Warjiyati, guru besar ilmu hukum, Fakultas Syariah dan Hukum, Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA), Surabaya.

Advertisements

Share:
Editor: Redaksi
Source:
Advertisements

Baca Juga

Rekomendasi

Advertisements

Berita Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Berita Terbaru

Advertisements

Berita Pilihan

Advertisements

Topik Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Foto Terbaru

Video Terbaru

Advertisements