Negosiasi Kapal Pertamina di Selat Hormuz Alami Kendala, Dipengaruhi Situasi Iran

Negosiasi Kapal Pertamina Masih Alot
Agung Budiarto - Rabu, 22 Apr 2026 - 19:24 WIB
Menlu RI Sugiono menyampaikan perkembangan negosiasi kapal Pertamina di Selat Hormuz, Rabu (22/4).
Menlu RI Sugiono menyampaikan perkembangan negosiasi kapal Pertamina di Selat Hormuz, Rabu (22/4). - FOTO DISWAY

Follow Us:

Google News Radar Lampung Radar Lampung WhatsApp Channel
Advertisements

JAKARTA – Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Sugiono mengungkapkan proses negosiasi kapal milik Pertamina untuk melintas di Selat Hormuz masih menghadapi berbagai kendala.

Menurut Sugiono, salah satu faktor utama yang mempersulit proses tersebut adalah dinamika internal di Iran. Ia menyebut kebijakan pemerintah setempat tidak selalu sejalan dengan pelaksanaan di lapangan.

“Situasinya menjadi lebih kompleks karena kondisi internal di Iran. Terkadang kebijakan dari pemerintah pusat tidak langsung bisa diterapkan di lapangan, dan ini yang masih kita cari solusinya,” ujar Sugiono di Kantor Staf Presiden (KSP), Rabu (22/4).

Selain itu, isu potensi blokade Selat Hormuz turut menambah tantangan dalam proses negosiasi. Sejumlah persyaratan baru bagi kapal yang ingin melintas juga terus berkembang dan masih dalam pembahasan antara pihak terkait.

Advertisements

“Ada perkembangan terkait kemungkinan blokade Hormuz, serta sejumlah persyaratan baru bagi kapal yang ingin melintas. Semua itu masih dalam proses negosiasi,” jelasnya.

Meski demikian, pemerintah Indonesia terus mengupayakan agar kapal-kapal milik Pertamina dapat melintasi jalur tersebut. Upaya diplomasi dilakukan melalui Kedutaan Besar RI di Teheran, bersama tim dari Pertamina.

“Kementerian Luar Negeri melalui Duta Besar RI di Teheran terus melakukan komunikasi intensif, termasuk dengan tim Pertamina terkait perizinan pelayaran,” tambahnya.

Diketahui, dua kapal tanker milik PT Pertamina International Shipping (PIS), yakni Pertamina Pride dan Gamsunoro, hingga kini masih tertahan di kawasan Teluk Arab dan belum dapat melintas di Selat Hormuz.

Advertisements

Kondisi ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan di jalur pelayaran strategis tersebut, menyusul penutupan kembali Selat Hormuz oleh Iran, kurang dari 24 jam setelah sempat dibuka.

Pelaksana tugas Corporate Secretary PIS, Vega Pita, menyatakan pihaknya terus memantau perkembangan situasi yang sangat dinamis di kawasan tersebut.

Menteri Luar Negeri RI Sugiono buka suara soal keberadaan kapal perang Amerika Serikat yang berada di Selat Malaka.

Ia menyebut keberadaan kapal AS di Indonesia bukanlah hal yang baru. Kapal tersebut, jelas Sugiono, untuk patroli di kawasan.

Share:
Editor: Agung Budiarto
Source: disway
Advertisements

Baca Juga

Rekomendasi

Advertisements
Yamaha

Berita Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Berita Terbaru

Advertisements

Berita Pilihan

Advertisements

Topik Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Foto Terbaru

Video Terbaru

Advertisements