Karena itu, ketika banyak orang mengatakan bahwa film Indonesia sekarang terasa lebih dekat, yang sebenarnya sedang terjadi bukan hanya perubahan dalam industri film. Ada perubahan dalam masyarakat itu sendiri. Film menjadi dekat karena ia berbicara tentang kegelisahan yang sedang hidup di tengah audiensnya. Ia mengambil persoalan yang setiap hari dibahas di media sosial, di tempat kerja, dan di lingkungan keluarga, lalu mengemasnya menjadi cerita yang dapat dinikmati bersama.
Mungkin itulah alasan mengapa banyak penonton keluar dari bioskop dengan perasaan yang berbeda. Mereka tidak hanya merasa terhibur, tetapi juga merasa dipahami. Untuk beberapa jam, mereka melihat bahwa kegelisahan yang selama ini dianggap pribadi ternyata juga dialami oleh banyak orang lain. Dan dalam dunia yang semakin penuh ketidakpastian, perasaan "saya tidak sendirian" sering kali menjadi salah satu bentuk hiburan yang paling bermakna. (*)
*) Penulis adalah Dosen Ilmu Komunikasi, Fisip, Universitas Lampung