Konsumsi Biosolar di Lampung Naik 16 Persen, Dipicu Lebarnya Selisih Harga BBM

Konsumsi Solar Subsidi Naik 16 Persen
Prima Imansyah Permana - Sabtu, 20 Jun 2026 - 09:14 WIB
Dinas ESDM Lampung bersama Pertamina Patra Niaga meninjau sejumlah SPBU di Bandarlampung untuk memastikan distribusi dan ketersediaan biosolar aman di tengah meningkatnya konsumsi BBM subsidi, Kamis (18/6).
Dinas ESDM Lampung bersama Pertamina Patra Niaga meninjau sejumlah SPBU di Bandarlampung untuk memastikan distribusi dan ketersediaan biosolar aman di tengah meningkatnya konsumsi BBM subsidi, Kamis (18/6). - Foto Prima Imansyah Permana/Radar Lampung

Follow Us:

Google News Radar Lampung Radar Lampung WhatsApp Channel
Advertisements

Advertisements

Di sejumlah lokasi tersebut, antrean kendaraan roda dua pengisi Pertalite bercampur dengan antrean
kendaraan besar yang mengisi Biosolar. Sementara antrean Biosolar juga masih menjadi pemandangan
rutin di SPBU Bypass Rajabasa dan Soekarno-Hatta.

Kondisi ini tidak lepas dari kenaikan harga Pertamax di Lampung dari Rp12.600 per liter menjadi
Rp16.650 per liter atau naik Rp4.050 per liter. Selisih harga yang cukup besar mendorong sebagian
pengguna Pertamax beralih ke Pertalite untuk menghemat pengeluaran.

Riana, warga Pasir Putih yang bekerja di Telukbetung, mengaku kini lebih sering menggunakan Pertalite
dibandingkan Pertamax.

"Sekarang saya lebih memilih Pertalite walaupun harus mengantre. Selisih harga sekitar Rp4.000 per
liter cukup terasa untuk pengeluaran harian," ujarnya.

Advertisements

Menurut Riana, antrean Pertalite memang semakin panjang sejak harga Pertamax naik. Namun hingga
kini ia masih mudah mendapatkan Pertalite karena stok di SPBU relatif tersedia.

Hal senada disampaikan Amri, warga Gedong Tataan yang bekerja sebagai tenaga penjualan. Ia mengaku
terkadang tetap membeli Pertamax saat antrean Pertalite terlalu panjang agar tidak mengganggu
pekerjaannya.

"Kalau antreannya terlalu lama, saya terpaksa isi Pertamax supaya tidak terlambat. Tapi kalau masih
memungkinkan, saya tetap memilih Pertalite," katanya.

Fenomena tersebut menunjukkan kenaikan harga Pertamax telah memengaruhi perilaku konsumen
BBM di Lampung. Namun, apabila tren penurunan harga minyak dunia berlanjut dan diikuti penyesuaian
harga Pertamax, peralihan konsumsi ke Pertalite berpotensi berkurang sehingga kepadatan antrean di
sejumlah SPBU dapat mereda. (pip/c1/abd)

Advertisements

Share:
Editor: Agung Budiarto
Source:
Advertisements

Baca Juga

Rekomendasi

Advertisements

Berita Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Berita Terbaru

Advertisements

Berita Pilihan

Advertisements

Topik Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Foto Terbaru

Video Terbaru

Advertisements