BANDARLAMPUNG – Konsumsi biosolar bersubsidi di Provinsi Lampung mengalami peningkatan
signifikan dalam dua bulan terakhir. Saat ini, rata-rata penyaluran mencapai 2.400 kiloliter (KL) per hari
atau sekitar 16 persen lebih tinggi dibanding kuota harian yang ditetapkan pemerintah sebesar 2.150 KL.
Meningkatnya konsumsi tersebut diduga dipengaruhi semakin lebarnya selisih harga antara biosolar
subsidi dengan BBM nonsubsidi seperti Dex dan Dexlite, sehingga mendorong sebagian pengguna
beralih ke BBM bersubsidi.
Untuk memastikan distribusi tetap berjalan lancar, Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM)
Lampung bersama Pertamina Patra Niaga melakukan pemantauan ke sejumlah SPBU, termasuk SPBU
24.352-38 di Jalan Jenderal Sudirman dan SPBU 24.352-39, Kamis (18/6).
Kepala Dinas ESDM Lampung Budhi Darmawan mengatakan peninjauan dilakukan atas arahan Gubernur
Lampung yang memberikan perhatian khusus terhadap antrean biosolar yang muncul di sejumlah SPBU
dalam beberapa hari terakhir.
"Atas arahan Bapak Gubernur, Pemerintah Provinsi Lampung memberikan perhatian serius terhadap
situasi ini. Karena itu kami bersama Pertamina turun langsung untuk memastikan distribusi berjalan
lancar dan stok BBM subsidi tetap tersedia bagi masyarakat," ujar Budhi.
Ia mengimbau masyarakat tidak perlu khawatir karena ketersediaan Biosolar di Lampung masih
mencukupi. Namun, masyarakat diminta menggunakan BBM subsidi sesuai peruntukannya mengingat
kuota yang diberikan pemerintah terbatas.
Sementara itu, Sales Branch Manager (SBM) Lampung II Fuel Pertamina Patra Niaga, Reiner Bontong,
menjelaskan tren peningkatan konsumsi mulai terlihat sejak Mei hingga Juni 2026.
Menurutnya, rata-rata penyaluran Biosolar saat ini mencapai sekitar 2.400 KL per hari, meningkat
dibanding periode Januari hingga April yang berada pada kisaran 2.100 hingga 2.200 KL per hari.
"Jika dibandingkan kuota harian Provinsi Lampung yang sekitar 2.150 kiloliter, penyaluran saat ini sudah
lebih tinggi sekitar 16 persen. Karena itu kami telah mengantisipasi dengan menambah pasokan Biosolar
sekitar 200 hingga 300 kiloliter per hari," jelas Reiner.
Ia menegaskan, meski permintaan meningkat, stok Biosolar di Lampung tetap dalam kondisi aman.
Penyaluran di seluruh SPBU juga berjalan normal sesuai alokasi yang telah ditetapkan pemerintah
melalui BPH Migas.
"Kami pastikan stok Biosolar aman. Penyaluran tetap berjalan lancar dan sejauh ini tidak ada kendala
pasokan," tegasnya.
Pertamina bersama Pemerintah Provinsi Lampung juga mengingatkan masyarakat agar menggunakan
BBM subsidi sesuai ketentuan sehingga kuota yang telah dialokasikan pemerintah dapat dimanfaatkan
oleh kelompok masyarakat yang berhak menerimanya.