BANDAR LAMPUNG – DPD Partai Demokrat Lampung menutup proses pendaftaran bakal calon Ketua DPD Partai Demokrat Lampung.
Sekretaris DPD Partai Demokrat Lampung, Midi Iswanto, mengatakan panitia lokal telah menjalankan tugasnya dengan baik selama tahapan pendaftaran berlangsung.
"Alhamdulillah, panitia lokal bekerja dengan baik dalam proses pendaftaran. Berdasarkan informasi yang kami terima dari panitia, terdapat lima orang yang telah mendaftar," ujar Midi saat dihubungi melalui sambungan telepon, Sabtu (20/6/2026).
Menurutnya, setelah laporan resmi diterima, seluruh berkas pendaftaran akan disampaikan kepada DPP Partai Demokrat sesuai ketentuan organisasi yang berlaku.
"Kami masih menunggu laporan resmi dari panitia. Selanjutnya, seluruh berkas pendaftar akan kami laporkan kepada DPP. Musda merupakan agenda lima tahunan dan menjadi kewenangan penuh DPP Partai Demokrat. Karena itu, DPD hanya menunggu surat resmi terkait jadwal pelaksanaan Musda dari DPP," jelasnya.
Saat ditanya mengenai kandidat yang paling berpeluang memenangkan Musda, Midi merespon dengan tawa. Ia menegaskan bahwa yang lebih penting saat ini adalah menjaga kekompakan partai dan mempersiapkan diri menghadapi kontestasi politik mendatang.
"Sebagai Sekretaris Demokrat Lampung sesuai penugasan dari DPP, yang terpenting bukan soal siapa yang menang dalam Musda. Yang lebih penting adalah bagaimana Partai Demokrat mempersiapkan diri menghadapi Pemilu dan Pilpres 2029," katanya.
Midi menilai Pemilu 2029 akan menjadi tantangan besar bagi seluruh partai politik, terutama apabila pelaksanaan pemilu dipisahkan antara pemilihan anggota DPR RI, DPD RI, dan Pilpres dengan pemilihan anggota DPRD provinsi maupun kabupaten/kota.
"Jika sistem tersebut diterapkan, maka pemilu mendatang akan menjadi sangat berat bagi partai-partai politik. Semua partai tentu akan berlomba mencari kader terbaik yang memiliki kekuatan elektoral di tingkat akar rumput serta dukungan sumber daya yang memadai untuk memenangkan partainya," ujarnya.
Selain itu, partai politik juga dituntut mampu merangkul generasi muda, khususnya Generasi Z dan milenial, yang memiliki peran besar dalam menentukan arah dukungan politik di masa depan.
"Di sinilah dibutuhkan soliditas dan kekompakan seluruh pengurus serta kader agar tidak terpecah belah. Dengan persatuan yang kuat, partai akan lebih siap menghadapi tantangan politik yang semakin kompetitif," pungkasnya. (*)