BANDARLAMPUNG – Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menegaskan bahwa keberhasilan
penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan daerah sangat bergantung pada peran birokrasi,
khususnya para sekretaris daerah (Sekda) yang menjadi motor penggerak jalannya pemerintahan di
daerah.
Penegasan tersebut disampaikan Gubernur Mirza saat memimpin Rapat Koordinasi Sekretaris
Kabupaten/Kota se-Provinsi Lampung di ruang rapat utama kantor Gubernur Lampung, Bandarlampung,
Senin (22/6).
Kegiatan itu turut dihadiri Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela dan Sekretaris Provinsi Lampung
Marindo Kurniawan.
Dalam arahannya, Gubernur Mirza menyampaikan bahwa kepala daerah dan wakil kepala daerah
memiliki masa jabatan yang terbatas. Sementara itu, para Sekda merupakan aparatur yang tumbuh,
berkarier, dan mengabdikan diri di daerah masing-masing sehingga memiliki pemahaman mendalam
mengenai birokrasi dan tata kelola pemerintahan.
“Saya, wakil gubernur, bupati maupun wakil bupati akan berganti setiap lima tahun. Tetapi Bapak-Ibu
sekalian adalah orang-orang yang berkarier, besar, dan mengabdi di daerah ini. Karena itu, yang benar-
benar memahami arti birokrasi dan pemerintahan sesungguhnya adalah para Sekretaris Daerah,” ujar
Mirza.
Ia mengaku bangga dapat berkumpul bersama seluruh Sekda kabupaten/kota se-Lampung. Menurutnya,
birokrasi merupakan instrumen penting yang menjadi sarana utama dalam mewujudkan tujuan
bernegara.
Mirza menjelaskan bahwa kemajuan suatu daerah ditentukan oleh tiga komponen utama, yakni sumber
daya manusia (SDM), sumber daya alam (SDA), dan sistem atau tata kelola yang mengatur keduanya.
Karena itu, birokrasi memiliki peran sentral dalam memastikan seluruh potensi tersebut dapat dikelola
secara optimal untuk kesejahteraan masyarakat.
Menurutnya, cita-cita kemerdekaan yang termuat dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945
merupakan amanat yang harus diwujudkan oleh seluruh jajaran pemerintahan, mulai dari pusat hingga
desa.
“Sesungguhnya kita semua diberikan mandat untuk mengatur agar bangsa ini berjalan sesuai dengan
cita-cita kemerdekaan, yaitu melindungi segenap bangsa Indonesia, memajukan kesejahteraan umum,
mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut menjaga ketertiban dunia,” katanya.
Gubernur Mirza juga mengingatkan bahwa daerah telah diberikan waktu yang cukup panjang untuk
membangun dan mengelola berbagai potensi yang dimiliki. Oleh sebab itu, keberhasilan pemerintah
daerah harus tercermin melalui indikator pembangunan yang nyata.
Salah satu indikator terpenting, lanjutnya, adalah kualitas sumber daya manusia. Ia menilai sejarah telah
membuktikan bahwa daerah maupun negara yang maju selalu ditopang oleh SDM yang unggul.
“Kalau sebuah daerah ingin maju, ciri utamanya adalah masyarakatnya cerdas dan sumber daya
manusianya berkualitas,” ujarnya.