Pedagang Daging di Bandar Lampung Kembali Berjualan Setelah Mogok Dua Hari, Harga Naik hingga Rp145 Ribu per Kg

PEDAGANG DAGING MULAI AKTIVITAS LAGI
gambar-user/PG6o7GxB6F1oCD5eLLY3PMvQ6grZJK3eZ2xg3k6P.png
Denmaz Q-dot - Rabu, 24 Jun 2026 - 21:18 WIB
Pedagang daging di pasar tradisional Bandarlampung kembali berjualan setelah mogok selama dua hari.
Pedagang daging di pasar tradisional Bandarlampung kembali berjualan setelah mogok selama dua hari. - FOTO DOK. RADAR LAMPUNG

Follow Us:

Google News Radar Lampung Radar Lampung WhatsApp Channel
Advertisements

BANDARLAMPUNG - Aktivitas pedagang daging di pasar-pasar tradisional Kota Bandarlampung kembali
normal setelah mogok berjualan selama dua hari akibat kenaikan harga sapi di tingkat peternak.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Bandarlampung Erwin mengatakan para pedagang telah kembali
membuka lapak dan berjualan dengan melakukan penyesuaian harga.

"Mereka (pedagang daging) tidak berdagang selama dua hari dan hari ini Insyaallah sudah kembali
berjualan dengan menyesuaikan harga," kata Erwin di Bandar Lampung, Rabu.

Menurut dia, Pemerintah Kota Bandar Lampung telah melakukan koordinasi dengan para pedagang
sehingga tercapai kesepakatan untuk mengembalikan aktivitas perdagangan seperti biasa.

Advertisements

"Kami bersama para pedagang telah mencapai kesepakatan agar aktivitas perdagangan kembali berjalan
normal," ujarnya.

Erwin menjelaskan kenaikan harga sapi dipicu oleh meningkatnya harga sapi impor asal Australia yang
dipengaruhi penguatan nilai tukar dolar Amerika Serikat. Kondisi tersebut berdampak pada harga sapi di
tingkat peternak maupun pedagang.

Akibat kenaikan harga tersebut, para pedagang sempat memutuskan untuk menghentikan aktivitas
penjualan selama dua hari sebelum akhirnya sepakat kembali berjualan dengan menyesuaikan harga
jual.

"Karena itu pedagang memutuskan tidak berjualan selama dua hari sebelum akhirnya sepakat kembali
membuka lapak dengan melakukan penyesuaian harga jual," katanya.

Advertisements

Ia mengungkapkan harga daging sapi di pasar tradisional yang sebelumnya berada di kisaran Rp135 ribu
per kilogram kini naik menjadi Rp140 ribu hingga Rp145 ribu per kilogram.

"Kenaikannya sekitar Rp5 ribu hingga Rp10 ribu per kilogram. Harga tersebut tidak terlepas dari dampak
kondisi ekonomi global yang memengaruhi harga komoditas impor," kata Erwin. (ant/c1/abd)

Share:
Editor: Denmaz Q-dot
Source:
Advertisements

Baca Juga

Rekomendasi

Advertisements

Berita Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Berita Terbaru

Advertisements

Berita Pilihan

Advertisements

Topik Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Foto Terbaru

Video Terbaru

Advertisements