BANDARLAMPUNG – Hingga pertengahan Juni 2026, penerimaan pajak kendaraan diklaim meningkat
signifikan dibandingkan periode yang sama pada Mei 2026.
Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Lampung Saipul mengatakan berdasarkan perbandingan
realisasi penerimaan pada 2–16 Mei dengan 2–17 Juni 2026, penerimaan PKB meningkat 22,09 persen.
Sementara itu, penerimaan bea balik nama kendaraan bermotor (BBNKB) melonjak hingga 38,16 persen.
Kendati demikian, Saipul tidak membeber data yang jelas. Hanya presentasi, tidak lengkap dengan data
besaran angka sebelumnya dan detail kenaikan.
“Jika dibandingkan dengan periode sebelum 2 Juni, memang terjadi peningkatan pendapatan yang
cukup baik. Di setiap Samsat, kenaikannya bervariasi, mulai dari 9 persen hingga ada yang mencapai 50
persen,” ujar Saipul, Minggu (21/6/2026).
Menurut dia, Samsat Tulang Bawang menjadi daerah dengan peningkatan tertinggi, yakni sekitar 50
persen. Posisi berikutnya ditempati Samsat Lampung Tengah yang mencatat kenaikan sekitar 43 persen.
Sementara itu, Samsat di Kabupaten Tanggamus dan Way Kanan masih mencatat peningkatan di kisaran
10 persen. Adapun sejumlah Samsat lainnya membukukan kenaikan penerimaan antara 24 hingga 40
persen.
Saipul menilai capaian tersebut menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat terhadap program
keringanan pajak kendaraan yang saat ini sedang berjalan.
“Alhamdulillah, respons masyarakat cukup tinggi karena program ini memberikan keuntungan bagi wajib
pajak. Masyarakat yang membayar pajak dapat menikmati berbagai keringanan yang diberikan
pemerintah,” katanya.
Meski demikian, Bapenda Lampung terus melakukan evaluasi terhadap wilayah yang tingkat
peningkatannya masih relatif rendah. Tim telah diterjunkan ke sejumlah Unit Pelaksana Teknis (UPT)
Samsat untuk mengidentifikasi faktor penyebab perbedaan capaian di masing-masing daerah.
Menurut Saipul, evaluasi difokuskan pada tiga aspek utama. Pertama, memperkuat sosialisasi agar
informasi mengenai program keringanan pajak dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas.
“Kami ingin masyarakat memahami bahwa kebijakan ini sangat menguntungkan sehingga semakin
banyak yang memanfaatkannya,” ujarnya.