BANDARLAMPUNG – Seekor kerbau milik warga di Kelurahan Gotongroyong, Kecamatan Telukbetung
Utara, Kota Bandarlampung, tercebur ke dalam sumur tidak terpakai sedalam sekitar delapan meter,
Selasa (12/5) sore.
Peristiwa tersebut membuat warga panik karena bobot kerbau diperkirakan 300 kilogram sehingga
proses evakuasi dari dasar sumur cukup sulit dilakukan.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Bandarlampung Anthoni
Irawan mengatakan laporan kejadian diterima petugas sekitar pukul 17.00 WIB.
Menurut dia, insiden bermula saat pemilik kerbau bernama Abi hendak memberi makan ternaknya di
area kebun.
Hewan tersebut sebelumnya diikat di pohon agar tidak berkeliaran. Namun, tali pengikat terlepas hingga
kerbau berjalan ke area tanah miring di sekitar lokasi.
“Kerbau kemudian tergelincir karena kondisi tanah di lokasi cukup miring hingga akhirnya jatuh ke
sumur yang sudah tidak digunakan,” kata Anthoni, Kamis (14/5/2026).
Petugas Damkarmat Bandar Lampung kemudian mengerahkan tujuh personel penyelamat lengkap
dengan satu unit kendaraan operasional menuju lokasi kejadian.
Tim juga membawa perlengkapan vertical rescue untuk membantu proses pengangkatan hewan ternak
dari dasar sumur.
Medan yang curam serta posisi kerbau di dasar sumur membuat proses evakuasi berlangsung cukup
lama. Petugas harus bekerja hati-hati agar hewan tersebut tidak mengalami cedera tambahan saat
diangkat ke permukaan.
“Evakuasi berjalan cukup sulit karena ukuran kerbau besar dan posisi berada di dasar sumur,” ujarnya.
Setelah berjibaku selama kurang lebih lima jam, petugas akhirnya berhasil mengevakuasi kerbau
tersebut sekitar pukul 22.35 WIB.
Usai dievakuasi, kerbau langsung dipindahkan menjauh dari area sumur guna mengantisipasi kejadian
serupa terulang kembali. (mel/c1/abd)
