BANDARLAMPUNG – Masa libur sekolah yang semestinya dimanfaatkan untuk beristirahat atau
mengikuti kegiatan positif justru diwarnai aksi tawuran yang melibatkan sejumlah remaja di Kota
Bandarlampung.
Perkelahian antarkelompok remaja itu terjadi di kawasan perempatan Pasar Gudang Lelang, Jalan Ikan
Bawal, Kelurahan Pesawahan, Kecamatan Telukbetung Selatan, pada Sabtu (4/7) sekitar pukul 04.30
WIB.
Insiden tersebut terekam kamera pengawas (CCTV) dan videonya kemudian viral di berbagai platform
media sosial.
Dalam rekaman yang beredar, puluhan remaja tampak saling berhadapan di tengah jalan sambil
membawa bambu panjang. Mereka terlihat saling menyerang hingga berkejaran di sepanjang ruas jalan.
Aksi yang berlangsung saat kondisi jalan masih sepi itu membuat warga sekitar resah. Selain
mengganggu ketertiban umum, bentrokan tersebut juga berpotensi membahayakan pengguna jalan
apabila terjadi saat arus lalu lintas mulai padat.
Kapolsek Bumi Waras, AKP M. Hasbi Eko Purnomo, membenarkan adanya peristiwa tersebut.
Menurutnya, personel kepolisian langsung mendatangi lokasi setelah menerima informasi mengenai
video tawuran yang viral di media sosial.
"Benar, anggota langsung menuju lokasi untuk melakukan pengecekan setelah menerima informasi
terkait video tawuran tersebut," kata Hasbi, Minggu, 5 Juli 2026.
Namun, saat petugas tiba di lokasi, para pelaku telah membubarkan diri sehingga situasi sudah kembali
kondusif.
Selanjutnya, polisi melakukan olah tempat kejadian perkara, meminta keterangan sejumlah saksi, serta
berkoordinasi dengan Bhabinkamtibmas, aparat kelurahan, dan warga sekitar untuk mengumpulkan
informasi terkait kronologi kejadian.
"Dari hasil pengecekan, situasi sudah aman. Kami juga menghimpun keterangan dari sejumlah saksi dan
berkoordinasi dengan warga sekitar guna memperoleh informasi lebih lanjut mengenai peristiwa
tersebut," ujarnya.
Berdasarkan keterangan warga, bentrokan berlangsung sekitar 10 hingga 15 menit. Selama kejadian,
kedua kelompok saling menyerang menggunakan bambu panjang dan berlari mengejar lawannya di
sepanjang jalan.
Hasbi menjelaskan, proses identifikasi pelaku masih menemui kendala karena sebagian besar remaja
yang terlibat mengenakan masker dan penutup wajah, sehingga sulit dikenali baik oleh warga maupun
dari hasil pengamatan awal rekaman CCTV.