Pesawaran Jadi Satu-satunya Daerah di Lampung yang Belum Raih Status Eliminasi Malaria

Belum Berstatus Eliminasi Malaria
Prima Imansyah Permana - Minggu, 05 Jul 2026 - 22:03 WIB
Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela mendorong percepatan eliminasi malaria di Kabupaten Pesawaran agar seluruh kabupaten/kota di Lampung terbebas dari penularan malaria setempat.
Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela mendorong percepatan eliminasi malaria di Kabupaten Pesawaran agar seluruh kabupaten/kota di Lampung terbebas dari penularan malaria setempat. - FOTO IST

Follow Us:

Google News Radar Lampung Radar Lampung WhatsApp Channel
Advertisements

BANDARLAMPUNG – Provinsi Lampung tinggal selangkah lagi meraih status eliminasi malaria secara
menyeluruh.

Dari 15 kabupaten/kota, sebanyak 14 daerah telah memperoleh status eliminasi malaria. Sementara,
Kabupaten Pesawaran masih menjadi satu-satunya wilayah yang belum memenuhi seluruh indikator.

Untuk mempercepat pencapaian tersebut, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung menggelar Rapat
Koordinasi Lintas Sektor Akselerasi Eliminasi Malaria Provinsi Lampung Tahun 2026 secara virtual dari
Ruang Sakai Sambayan, Kantor Gubernur Lampung.

Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela mengatakan keberhasilan Pesawaran meraih status eliminasi
malaria akan melengkapi capaian Lampung sebagai provinsi yang seluruh kabupaten/kotanya bebas dari
penularan malaria setempat.

Advertisements

"Kita tidak sedang mencari siapa yang salah, tetapi mencari solusi bersama. Saya berharap seluruh lintas
sektor dapat mengurai berbagai kendala di Kabupaten Pesawaran sehingga target eliminasi malaria
dapat segera tercapai," ujarnya.

Jihan menjelaskan, jumlah kasus malaria di Lampung selama Januari hingga Juni 2026 masih
berfluktuasi. Kasus tercatat sebanyak 292 pada Januari, turun menjadi 173 pada Februari, kemudian
kembali meningkat pada Maret dan April sebelum menurun lagi pada Mei dan Juni. Menurutnya, kondisi
tersebut dipengaruhi berbagai faktor, termasuk cuaca.

Ia mengungkapkan, masih terdapat sejumlah kendala yang membuat Pesawaran belum memperoleh
status eliminasi malaria. Salah satunya adalah masih ditemukannya penularan malaria setempat
(indigenous), sehingga daerah tersebut belum memenuhi syarat bebas penularan selama tiga tahun
berturut-turut.

Selain itu, indikator Slide Positive Rate (SPR) masih berada di angka 5,2 persen, sedikit di atas batas
maksimal lima persen. Sementara indikator Annual Parasite Incidence (API) telah berada di bawah satu
kasus per 1.000 penduduk.

Advertisements

Jihan menambahkan, sejumlah indikator pendukung juga perlu diperkuat, mulai dari kelengkapan dan
ketepatan waktu pelaporan, investigasi epidemiologi terhadap kasus positif, hingga penanganan
dominasi parasit Plasmodium vivax yang masih menjadi penyebab utama malaria di Pesawaran.

Pemprov Lampung juga berharap distribusi kelambu massal dari Kementerian Kesehatan dapat kembali
dilakukan di Kabupaten Pesawaran pada Desember 2026. Meski demikian, stok logistik penanggulangan
malaria, seperti obat-obatan, alat diagnosis cepat (RDT), insektisida, dan larvasida, dipastikan masih
mencukupi.

Berdasarkan hasil identifikasi, wilayah Sukajaya Lempasing menjadi kantong utama penularan malaria di
Kabupaten Pesawaran.

Menurut Jihan, keberhasilan eliminasi malaria membutuhkan dukungan lintas sektor, tidak hanya dari
bidang kesehatan, tetapi juga perencanaan, pembiayaan, pengendalian lingkungan, hingga komunikasi
kesehatan. Karena itu, rapat turut melibatkan sejumlah organisasi perangkat daerah, seperti Dinas
Pertanian, Dinas Kelautan dan Perikanan, Dinas Penanaman Modal dan PTSP, serta Dinas Pariwisata.

Advertisements

Share:
Editor: Agung Budiarto
Source:
Advertisements

Baca Juga

Rekomendasi

Advertisements

Berita Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Berita Terbaru

Advertisements

Berita Pilihan

Advertisements

Topik Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Foto Terbaru

Video Terbaru

Advertisements