Dalam sambutan Bupati Lampung Timur yang dibacakan Sekretaris Daerah Rustam Effendi, ditegaskan budaya bukan sekadar warisan masa lalu, melainkan fondasi karakter masyarakat yang harus terus dijaga.
"Melalui festival ini kita diajak untuk terus melestarikan adat istiadat serta menggali kembali akar kebudayaan yang membentuk identitas masyarakat.
Sekappung Limo Migo mengajarkan nilai gotong royong, musyawarah, kebersamaan, dan keadilan sosial yang harus terus dijaga di tengah derasnya arus globalisasi," ujar Rustam.
Ia menambahkan, Pemkab Lamtim berkomitmen mendukung pelestarian budaya melalui berbagai program, sekaligus mengembangkan potensi wisata berbasis budaya sebagai bagian dari pembangunan daerah.
"Mari jadikan generasi muda bukan hanya sebagai penonton, tetapi sebagai pelaku dan pewaris budaya," tegasnya.
Senada dengan itu, Gubernur Lampung yang diwakili Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Lampung, Tony Ferdinansyah, menilai pelestarian budaya juga memiliki dampak nyata terhadap pembangunan daerah.
Melalui kolaborasi antara masyarakat, pemerintah, dan para pemangku adat, warisan budaya Lampung diharapkan terus lestari, menjadi kebanggaan generasi penerus, sekaligus memperkuat posisi Lampung Timur sebagai daerah yang kaya akan tradisi, budaya, dan potensi wisata.(*)