Pemanfaatan teknologi pertanian modern turut diperkuat melalui pengadaan drone pertanian. Setelah
belum ada pengadaan pada 2023 dan 2024, Lampung memperoleh 20 unit drone pada 2025.
Selain itu, pemerintah mulai menyalurkan tiga unit implement corn kit hingga Mei 2026. Adapun
cultivator atau power tiller meningkat dari 158 unit pada 2024 menjadi 223 unit pada 2025, kemudian
bertambah lagi tiga unit pada tahun ini.
Data tersebut menunjukkan komitmen pemerintah dalam mempercepat mekanisasi sektor pertanian di
Provinsi Lampung.
Penambahan alsintan diharapkan mampu mengurangi ketergantungan terhadap tenaga kerja,
mempercepat proses budidaya hingga panen, menekan biaya produksi, serta meningkatkan
produktivitas sektor pertanian sebagai salah satu penopang utama perekonomian daerah.
Transformasi menuju pertanian modern di Provinsi Lampung pun terus dipercepat.
Lonjakan bantuan alsintan sepanjang 2025 menjadi bukti keseriusan pemerintah dalam mendorong
sektor pertanian yang lebih efisien, produktif, sekaligus mampu menarik minat generasi muda untuk
terjun ke bidang pertanian.
Berdasarkan data perkembangan alsintan Provinsi Lampung yang diterima Radarlampung.co.id, bantuan
yang bersumber dari APBN maupun APBD mengalami peningkatan pada hampir seluruh jenis alat
pertanian.
Kenaikan paling signifikan terlihat pada penyaluran traktor roda empat sepanjang 2025.
Jika pada 2023 bantuan traktor roda empat hanya sebanyak 57 unit dan 52 unit pada 2024, maka pada
2025 jumlahnya meningkat menjadi 508 unit. Hingga Mei 2026 kembali bertambah 101 unit sehingga
total kepemilikannya di Lampung mencapai sekitar 5.861 unit.
Peningkatan juga terjadi pada traktor roda dua. Bantuan yang semula berjumlah 342 unit pada 2023 dan
220 unit pada 2024 meningkat menjadi 624 unit pada 2025. Hingga Mei 2026 kembali terealisasi
sebanyak 266 unit.
Di sektor irigasi, pompa air menjadi alsintan dengan penambahan terbanyak. Setelah mencapai 3.362
unit pada 2024, pemerintah kembali menyalurkan 1.164 unit pada 2025 dan tambahan 101 unit hingga
Mei 2026 untuk mendukung kebutuhan air pertanian.
Peralatan budidaya lainnya juga mengalami peningkatan. Handsprayer yang pada 2023 berjumlah 735
unit naik menjadi 942 unit pada 2024, kemudian meningkat menjadi 2.415 unit pada 2025. Hingga Mei
tahun ini kembali bertambah 276 unit.
