Karena itu, Prananda mengajak generasi muda menjadi penggerak sekaligus katalis dalam memanfaatkan bonus demografi melalui kontribusi nyata bagi pembangunan bangsa.
"Kita perlu belajar dari pengalaman bangsa-bangsa lain yang saat ini sudah berada pada tahap maju. Mereka berhasil mengonversi potensi bonus demografi menjadi kemajuan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat," ujar Prananda.
Menurutnya, dalam dua tahun ke depan Indonesia akan memperingati 100 tahun Sumpah Pemuda. Momentum tersebut seharusnya menjadi pengingat bagi generasi muda untuk memperkuat persatuan, bukan justru terjebak dalam persaingan antarsesama.
Ia menilai tantangan utama bangsa saat ini bukanlah perbedaan di kalangan pemuda, melainkan persoalan kemiskinan, kebodohan, dan berbagai masalah sosial lainnya.
"Bangsa yang berdaulat tidak akan maju tanpa pemuda yang mandiri dan kapabel. Pemuda yang menaruh ego individualnya di belakang demi kepentingan kolektif selalu hadir dalam setiap pergolakan zaman," katanya.
Sementara itu, Wakil Ketua Umum Partai NasDem Saan Mustopa menilai Garda Pemuda NasDem merupakan salah satu wadah strategis untuk melahirkan kader-kader pemimpin masa depan.
Menurut Saan, GP NasDem perlu merumuskan langkah-langkah yang mampu menjembatani komunikasi antara Partai NasDem dengan kalangan generasi muda.
Ia juga menilai persaingan politik ke depan akan semakin kompetitif karena setiap partai berupaya mempertahankan sekaligus menambah jumlah kursi di parlemen.
"Siapa yang mampu menarik hati generasi muda, dialah yang akan mampu bersaing dengan baik dalam kompetisi politik. Saya yakin Garda Pemuda NasDem akan menjadi jembatan komunikasi yang efektif antara partai dan generasi muda Indonesia," ujar Saan. (ant/abd)
