Rektor juga menekankan pentingnya membangun kolaborasi selama menjalankan KKN. Ia mengingatkan bahwa keberhasilan pengabdian tidak ditentukan oleh kemampuan individu, melainkan oleh kerja sama seluruh pihak.
“Hari ini bukan zamannya superman. Yang dibutuhkan adalah superteam. Kesuksesan KKN diukur dari seberapa baik kalian bekerja sama dengan teman satu kelompok, DPL, pemerintah daerah, tokoh masyarakat, dan warga,” tegasnya.
Selain itu, ia meminta mahasiswa menghadirkan perubahan yang dirasakan masyarakat, bukan sekadar menyelesaikan kewajiban administrasi.
“Jangan hanya meninggalkan laporan, tetapi tinggalkan perubahan. Sekecil apa pun, hadirkan dampak nyata bagi masyarakat, baik melalui pengelolaan sampah, pemberdayaan UMKM, ruang belajar anak, maupun program lain yang memberikan manfaat,” katanya.
Rektor turut mengingatkan mahasiswa agar menggunakan media sosial secara bertanggung jawab sebagai sarana dokumentasi dan inspirasi, bukan sekadar mencari perhatian. Setiap unggahan, menurutnya, harus mencerminkan etika serta menjaga nama baik UIN RIL sebagai perguruan tinggi Islam.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga integritas selama menjalankan KKN dengan membiasakan datang tepat waktu, menepati janji, menghormati adat istiadat setempat, menjaga tutur kata, dan membangun kepercayaan masyarakat.
“Masyarakat mungkin tidak akan mengingat IPK kalian, tetapi mereka akan mengingat sikap, pengabdian, dan manfaat yang kalian tinggalkan. Karena itu, jadilah mahasiswa yang membawa ilmu dengan rendah hati, mengabdi dengan sepenuh hati, dan pulang membawa manfaat yang nyata,” pesannya.(rls/nca)
