Anak belajar bukan dari apa yang kita katakan, melainkan dari apa yang setiap hari kita lakukan.
Ketika orang tua berbicara dengan santun, anak belajar menghargai orang lain.
Ketika orang tua jujur, anak belajar tentang integritas.
Ketika orang tua meminta maaf saat melakukan kesalahan, anak belajar bahwa menjadi baik bukan berarti harus selalu benar.
Faqih mungkin belum memahami makna Hari Anak Nasional. Ia mungkin hanya tahu hari ini ada kue ulang tahun, balon, dan doa-doa yang dipanjatkan untuknya.
Tapi, suatu hari nanti, ketika ia membaca tulisan ini, semoga ia mengerti bahwa ulang tahunnya bukan hanya bertambah angka usia.
Ia lahir pada hari ketika bangsa ini mengingat pentingnya setiap anak Indonesia.
Semoga ia tumbuh bukan hanya menjadi anak yang membanggakan keluarga, tetapi juga menjadi manusia yang bermanfaat bagi banyak orang.
Menjadi pribadi yang rendah hati ketika berhasil, tetap sabar ketika diuji, dan selalu percaya bahwa kebaikan tidak pernah sia-sia.
Di tengah dunia yang bergerak begitu cepat, ada satu hal yang tidak boleh berubah, yakni kasih sayang orang tua kepada anaknya.
Selamat ulang tahun yang ketiga, Uwais Faqih Al-Ghifari.
