Manajer KSO Java Coffee Estate, Hastudy Yunarko, menjelaskan bahwa panen tidak bisa dipaksakan jika buah belum matang sempurna.
“Jika dipanen terlalu cepat, kualitas seduhan kopi akan menurun dan tidak memenuhi standar mutu,” jelasnya.
Sebagai langkah antisipasi, perusahaan memutuskan menggeser jadwal panen raya ke Mei 2026, menunggu buah kopi mencapai tingkat kematangan optimal secara alami.
Keputusan ini menjadi bagian dari strategi menjaga kualitas produk di tengah tekanan cuaca yang tidak menentu.
PTPN IV menilai keseimbangan antara kuantitas produksi dan kualitas hasil menjadi kunci utama untuk mempertahankan daya saing di pasar kopi.
Di tengah dinamika iklim yang semakin sulit diprediksi, langkah adaptif seperti ini menjadi penentu keberlanjutan kinerja sekaligus menjaga reputasi produk kopi Indonesia di pasar global. (*)
