Tunda Panen Demi Jaga Mutu, Bisnis Kopi PTPN IV Tetap Catat Laba di Awal 2026

Jaga Kualitas Lewat Tunda Panen, Bisnis Kopi PTPN IV Raup Laba Rp3,43 Miliar
gambar-user/nz7Q72NpcwwYBAywk3yFKLgNe3YikANiO7u46H2h.jpg
Taufik Wijaya - Sabtu, 11 Apr 2026 - 08:21 WIB
Segmen kopi PTPN IV PalmCo membukukan laba sebelum pajak sebesar Rp3,43 miliar pada triwulan I 2026.
Segmen kopi PTPN IV PalmCo membukukan laba sebelum pajak sebesar Rp3,43 miliar pada triwulan I 2026. - Foto: Dok. for Radar Lampung

Follow Us:

Google News Radar Lampung Radar Lampung WhatsApp Channel
Advertisements

JAKARTA - Anomali iklim berupa tingginya curah hujan pada awal 2026 memaksa pelaku perkebunan menyesuaikan strategi produksi. 

Meski demikian, segmen kopi PTPN IV PalmCo tetap mampu mencatatkan kinerja positif.

Subholding dari PTPN III (Persero) tersebut membukukan laba sebelum pajak sebesar Rp3,43 miliar pada triwulan I 2026. 

Capaian ini diraih di tengah keputusan manajemen untuk menunda panen raya guna menjaga kualitas biji kopi.

Advertisements

Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa, menyebut kinerja positif tersebut ditopang oleh peningkatan penjualan yang signifikan pada awal tahun.

“Penjualan meningkat cukup tinggi, sementara arus kas operasional tetap kami jaga agar sehat,” ujarnya.

Data perusahaan menunjukkan penjualan bersih kopi hampir dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya. 

Pada triwulan I 2025, penjualan tercatat Rp10,94 miliar dan meningkat menjadi Rp21,78 miliar pada periode yang sama tahun ini.

Advertisements

Meski penjualan melonjak, laba operasional tidak mengalami kenaikan sejalan. EBITDA tercatat Rp3,70 miliar per Maret 2026, sedikit turun dibandingkan Rp3,82 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

Namun demikian, kemampuan perusahaan dalam menghasilkan kas dinilai tetap stabil.

Panen Ditunda, Kualitas Dijaga

Di sisi hulu, curah hujan tinggi berdampak pada proses pertumbuhan tanaman kopi. Minimnya intensitas sinar matahari membuat proses fotosintesis dan pematangan buah berjalan lebih lambat.

Kondisi ini terjadi di sejumlah wilayah operasional utama, termasuk di kawasan Java Coffee Estate di lereng Dataran Ijen, Jawa Timur, serta di wilayah Jambi.

Share:
Editor: Taufik Wijaya
Source:
Advertisements

Baca Juga

Rekomendasi

Advertisements
Yamaha

Berita Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Berita Terbaru

Advertisements

Berita Pilihan

Advertisements

Topik Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Foto Terbaru

Video Terbaru

Advertisements