JAKARTA - Anomali iklim berupa tingginya curah hujan pada awal 2026 memaksa pelaku perkebunan menyesuaikan strategi produksi.
Meski demikian, segmen kopi PTPN IV PalmCo tetap mampu mencatatkan kinerja positif.
Subholding dari PTPN III (Persero) tersebut membukukan laba sebelum pajak sebesar Rp3,43 miliar pada triwulan I 2026.
Capaian ini diraih di tengah keputusan manajemen untuk menunda panen raya guna menjaga kualitas biji kopi.
Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa, menyebut kinerja positif tersebut ditopang oleh peningkatan penjualan yang signifikan pada awal tahun.
“Penjualan meningkat cukup tinggi, sementara arus kas operasional tetap kami jaga agar sehat,” ujarnya.
Data perusahaan menunjukkan penjualan bersih kopi hampir dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya.
Pada triwulan I 2025, penjualan tercatat Rp10,94 miliar dan meningkat menjadi Rp21,78 miliar pada periode yang sama tahun ini.
Meski penjualan melonjak, laba operasional tidak mengalami kenaikan sejalan. EBITDA tercatat Rp3,70 miliar per Maret 2026, sedikit turun dibandingkan Rp3,82 miliar pada periode yang sama tahun lalu.
Namun demikian, kemampuan perusahaan dalam menghasilkan kas dinilai tetap stabil.
Panen Ditunda, Kualitas Dijaga
Di sisi hulu, curah hujan tinggi berdampak pada proses pertumbuhan tanaman kopi. Minimnya intensitas sinar matahari membuat proses fotosintesis dan pematangan buah berjalan lebih lambat.
Kondisi ini terjadi di sejumlah wilayah operasional utama, termasuk di kawasan Java Coffee Estate di lereng Dataran Ijen, Jawa Timur, serta di wilayah Jambi.
