Perkuat Strategi Produksi dan Pengamanan Aset, OSA PTPN III Kunjungi PTPN IV Regional VII

Perkuat Produksi, PTPN III Kunjungi PTPN IV Regional VII Bahas Pengamanan Aset
gambar-user/nz7Q72NpcwwYBAywk3yFKLgNe3YikANiO7u46H2h.jpg
Taufik Wijaya - Sabtu, 11 Apr 2026 - 09:32 WIB
Tim Operational Strategic Advisory (OSA) dari PTPN III (Persero) melakukan kunjungan kerja ke PTPN IV Regional VII.
Tim Operational Strategic Advisory (OSA) dari PTPN III (Persero) melakukan kunjungan kerja ke PTPN IV Regional VII. - Foto: Dok. for Radar Lampung

Follow Us:

Google News Radar Lampung Radar Lampung WhatsApp Channel
Advertisements

LAMPUNG - Tim Operational Strategic Advisory (OSA) dari PTPN III (Persero) melakukan kunjungan kerja ke PTPN IV Regional VII sebagai bagian dari penguatan strategi operasional dan peningkatan kinerja produksi kebun.

Kegiatan ini dihadiri jajaran manajemen regional, di antaranya Region Head Denny Ramadhan, Operation Head Budi Susilo, serta pimpinan unit kebun dan pabrik. 

Kehadiran tim OSA menjadi momentum memperkuat sinergi antara holding dan regional dalam mendorong pencapaian target produksi.

Dalam sambutannya, Denny Ramadhan menyampaikan apresiasi atas kunjungan tersebut yang dinilai membawa nilai tambah bagi peningkatan kapasitas sumber daya manusia di lingkungan kerja.

Advertisements

“Kami berharap seluruh jajaran dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk menyerap pengalaman dan wawasan yang dibagikan, sehingga dapat diimplementasikan dalam operasional sehari-hari,” ujarnya.

Perwakilan OSA, Amal Bakti Pulungan, mengapresiasi perkembangan kinerja Regional VII yang dinilai menunjukkan tren positif, khususnya pada kondisi tanaman yang semakin baik.

Namun demikian, ia mengingatkan adanya potensi risiko kehilangan produksi seiring dengan tingginya harga komoditas saat ini.

“Peningkatan harga juga berpotensi meningkatkan risiko pencurian. Karena itu, pengamanan aset produksi harus menjadi perhatian serius di seluruh unit,” tegasnya.

Advertisements

Sementara itu, Ahmad Haslan Saragih menekankan pentingnya langkah strategis dalam meningkatkan produktivitas pada 2026, termasuk percepatan program nutrient catch up melalui pemupukan yang merata dan tepat sasaran.

Ia juga mengingatkan kesiapan menghadapi panen puncak dengan melakukan pemetaan ulang tenaga pemanen agar rotasi panen berjalan optimal.

“Persiapan panen puncak harus matang, termasuk memastikan distribusi tenaga kerja sesuai kebutuhan di lapangan,” ujarnya.

Selain itu, perhatian juga diberikan pada pengendalian penyakit tanaman, khususnya Ganoderma, yang dapat berdampak signifikan terhadap produktivitas jika tidak ditangani secara serius.

Advertisements

Share:
Editor: Taufik Wijaya
Source:
Advertisements

Baca Juga

Rekomendasi

Advertisements
Yamaha

Berita Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Berita Terbaru

Advertisements

Berita Pilihan

Advertisements

Topik Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Foto Terbaru

Video Terbaru

Advertisements