BANDAR LAMPUNG — Pimpinan Pondok Pesantren Tahfizh Alquran (PPTQ) Assahil menghadiri Seminar Ulama Internasional yang digelar di Ballroom Hotel Emersia, Sabtu (25/4/2026).
Forum ini menjadi ruang pertemuan strategis antara ulama dan akademisi Indonesia serta Mesir dalam memperkuat kolaborasi keilmuan.
Sejumlah tokoh terkemuka dari Mesir hadir pada acara tersebut. Di antaranya mantan Menteri Luar Negeri Mesir, Prof. Muhammad Abdul Hayyi Muhammad Al-Uroby dan Prof. Reeda Abdussalam Ibrohim 'Aly selaku Anggota Dewan Mesir sekaligus Wakil Dekan Fakultas Huquq Universitas Al-Mansyuroh.
Turut hadir pula Prof. Abdurrody Muhammad Abdul Muhsin Ridwan selaku Dekan Fakultas Dar Al-'Ulum Universitas Al-Qohiroh dan Prof. Abul Fadl Kamil Muhammad selaku Direktur Surat Kabar Al-Ahram.
Dari dunia media hadir pula Prof. Majdi Ahmad Hamid Thantowi selaku Direktur Surat Kabar Al-Jumhuriyah dan Prof. Kholid Abdul Quwa Muhammad Al-Awamy, Direktur Surat Kabar Al-Akhbar.
Bidang akademik dan bahasa diwakili oleh Prof. Tamer Sa'ad Ibrohim, Guru Besar Ilmu Linguistik Universitas Canal Suez, serta Prof. Muhammad Hanafi Muhammad Ahmad Asy-Syistani, seorang jurnalis dan peneliti.
Acara dibuka dengan sambutan dari Mentri Koordinator (Menko) Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Prof. Dr. Pratikno, M.Soc.Sc., diwakili Deputi IV Prof. Dr. Warsito, PhD., DEA.
Dalam sambutannya, Warsito menekankan pentingnya peran pesantren dalam menjaga moderasi beragama sekaligus memperkuat ketahanan sosial budaya di tengah arus globalisasi yang kian dinamis.
Delegasi Mesir, Tamer Sa'ad Ibrohim, menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat di Lampung. Ia berharap kerja sama antara kedua negara terus berkembang, khususnya dalam bidang bahasa Arab, studi Islam, serta pertukaran akademik.
Sementara itu, Wakil Gubernur Lampung dr. Jihan Nurlela, M.M., menilai kegiatan ini sebagai momentum penting untuk memperkuat posisi Lampung sebagai pusat pendidikan Islam yang terbuka dan berdaya saing global. Ia juga mendorong lahirnya program kolaboratif yang berdampak nyata bagi masyarakat.
Pimpinan PPTQ Assahil, Gus Muhammad Latif Mukti, Lc., M.A., menyampaikan bahwa partisipasi dalam forum ini menjadi langkah strategis dalam memperluas jejaring internasional.
Ia menegaskan komitmen pesantren untuk tidak hanya berfokus pada tahfizh Alquran, tetapi juga penguatan akhlak, wawasan keilmuan, dan dakwah moderat.