Adapun Direktur Kurikulum PPTQ Assahil, Asep Perdiansyah, menegaskan bahwa hasil audiensi akan ditindaklanjuti melalui penyusunan kurikulum terpadu berbasis teknologi dan lingkungan.
“Kami akan mengadopsi pendekatan project based learning, sehingga santri terbiasa menyelesaikan persoalan nyata dengan solusi kreatif. Targetnya, santri tidak hanya unggul dalam hafalan, tetapi juga memiliki kemampuan problem solving dan literasi digital,” ujarnya.
Melalui kolaborasi ini, PPTQ Assahil dan ITERA sepakat mendorong lahirnya program-program inovatif, termasuk pengembangan sistem edukatif rainwater harvesting yang tidak hanya berfungsi sebagai solusi konservasi air, tetapi juga sebagai media pembelajaran berbasis praktik bagi santri.
Sinergi ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem pendidikan yang adaptif, berkelanjutan, serta relevan dengan kebutuhan masa depan. (*)
