JAKARTA - Pembalap muda kebanggaan Indonesia, Veda Ega Pratama, sukses mencuri perhatian dunia lewat penampilan luar biasa pada balapan utama Moto3 Catalunya 2026. Meski memulai lomba dari posisi ke-20, rider asal Yogyakarta tersebut mampu menunjukkan performa impresif hingga akhirnya finis di posisi kedelapan.
Kesuksesan itu menjadi bukti kualitas dan mental bertanding Veda di level kompetisi Eropa. Dengan strategi matang serta ritme balap yang konsisten, ia mampu menembus ketatnya persaingan di grup depan dan mengamankan poin penting dalam perebutan klasemen sementara.
Sebelum balapan dimulai, Veda mendapat keuntungan setelah pembalap lain, Casey O’Gorman, dijatuhi penalti turun 12 posisi grid. Hukuman itu membuat posisi start Veda naik menjadi urutan ke-20. Pemilihan ban juga menjadi salah satu faktor penting dalam balapan kali ini. Saat sebagian pembalap memilih kombinasi SC2-SC2 dan lainnya memakai SC2-SC1, Veda bersama tim memutuskan menggunakan kombinasi SC2-SC1 untuk menghadapi suhu lintasan yang berada di kisaran 20 derajat Celsius.
Ketika lampu start dipadamkan, pembalap Honda Team Asia itu langsung melesat agresif. Start cepat yang dilakukannya membuat Veda langsung melonjak ke posisi 12 saat memasuki tikungan pertama, sementara posisi terdepan dikuasai Brian Uriarte.
Persaingan sengit di lap-lap awal sempat membuat Veda turun ke urutan ke-13 pada lap kedua ketika David Almansa mengambil alih pimpinan balapan. Namun, performa motor yang kompetitif membuatnya segera kembali naik ke posisi 11 di lap ketiga. Penampilan Veda semakin meyakinkan setelah ia berhasil melewati Joel Kelso untuk merebut posisi 10. Dari situ, pembalap bernomor 54 tersebut mulai memburu Valentin Perrone yang berada kurang dari satu detik di depannya.
Usahanya membuahkan hasil pada lap keenam. Veda sukses menyalip Perrone dan naik ke posisi kesembilan. Setelah itu, ia mulai mendekati rombongan pembalap terdepan yang dipimpin Alvaro Carpe. Memasuki lap kedelapan, Veda sudah bergabung dengan grup besar di barisan depan. Meski sempat sedikit tertinggal pada lap ke-10, ia tetap mampu menjaga konsistensi ritme balap.
Drama khas Moto3 kembali terjadi pada lap ke-11 ketika Veda harus turun ke posisi 11 setelah dilewati Marco Morelli dan Casey O’Gorman. Di saat bersamaan, perebutan podium semakin panas dengan duel ketat antara David Almansa dan Maximo Quiles.
Pada lap terakhir dari total 18 putaran, Veda kembali menunjukkan agresivitasnya. Ia berhasil memperbaiki posisi ke urutan kesembilan sebelum akhirnya diuntungkan situasi di tikungan pamungkas yang membuatnya menyentuh garis finis di posisi kedelapan.
Hebatnya lagi, Veda hanya terpaut +0,984 detik dari pemenang balapan, yakni Maximo Quiles.
Hasil tersebut membuat Veda mengaku sangat bersyukur. Ia bahkan mengaku nyaris tidak percaya mampu finis di posisi delapan besar setelah memulai balapan dari posisi yang cukup jauh di belakang.
“Saya start dari posisi 20, saya masih tidak percaya bisa finis P8,” ujar Veda Ega Pratama usai balapan di paddock Honda Team Asia.
Selepas seri Catalunya, Maximo Quiles masih memimpin klasemen sementara Moto3 2026 dengan raihan 140 poin. Sementara itu, Veda Ega Pratama kini menempati posisi kelima klasemen dan terpaut 82 poin dari pemuncak klasemen.(disway/nca)
