BANDARLAMPUNG – Pemerintah Provinsi Lampung menargetkan penyediaan 9.000 bangku kuliah setiap tahun sebagai upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM), menaikkan angka partisipasi kasar (APK) perguruan tinggi, sekaligus mendongkrak Indeks Pembangunan Manusia (IPM)
Lampung.
Target tersebut disampaikan Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal saat menerima jajaran Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) Wilayah II-B Lampung di ruang rapat Sakai Sambayan, Kamis (4/6).
Menurut Mirza, perguruan tinggi swasta memiliki peran strategis dalam memperluas akses pendidikan tinggi, terutama bagi lulusan SMA dan SMK yang terkendala faktor ekonomi.
“Kami akan fokus menaikkan angka harapan sekolah. Target kita 9.000 bangku kuliah per tahun,” ujar Mirza.
Ia menjelaskan, tantangan pendidikan di Lampung saat ini tidak hanya terkait angka putus sekolah, tetapi juga rendahnya jumlah lulusan SMA yang melanjutkan ke perguruan tinggi.
Berdasarkan potret pendidikan tahun 2025, masih banyak lulusan SMA yang tidak dapat meneruskan pendidikan karena keterbatasan ekonomi. Bahkan, sejumlah ijazah sempat tertahan akibat tunggakan biaya pendidikan.
Kondisi itu menjadi salah satu alasan Pemprov Lampung mengambil kebijakan membebaskan ribuan ijazah yang sebelumnya tertahan di sekolah pada awal masa kepemimpinan Mirza.
Menurutnya, persoalan ekonomi keluarga memunculkan dampak berantai. Selain menghambat akses ke perguruan tinggi, kondisi tersebut juga mendorong sebagian masyarakat memilih bekerja di luar daerah bahkan ke luar negeri.
“Karena itu kami menggandeng perguruan tinggi swasta untuk menjadi bagian dari solusi agar lebih banyak lulusan SMA dan SMK tetap memiliki kesempatan melanjutkan pendidikan,” katanya.
Mirza optimistis kemampuan masyarakat membiayai pendidikan anak akan meningkat seiring membaiknya kondisi ekonomi dan harga sejumlah komoditas pertanian yang menjadi penopang utama pendapatan warga Lampung.
Ia meyakini peningkatan APK perguruan tinggi akan berdampak langsung terhadap kenaikan IPM Lampung dan pada akhirnya berkontribusi dalam menekan angka kemiskinan.
“Dengan APK perguruan tinggi yang meningkat, maka IPM Lampung juga akan naik. Pada akhirnya, peningkatan kualitas SDM akan menjadi jalan untuk menekan angka kemiskinan secara lebih masif,” ungkapnya.