Komitmen tersebut sejalan dengan visi pembangunan SDM yang sebelumnya disampaikan Mirza saat membuka Evaluasi Program dan Kinerja serta Rencana Strategis Tahun 2027 Satuan Pendidikan SMA, SMK, dan SLB Negeri se-Provinsi Lampung.
Di hadapan ratusan kepala sekolah, Mirza menegaskan bahwa masa depan Lampung tidak ditentukan oleh kekayaan sumber daya alam, melainkan oleh kualitas manusianya.
Saat ini terdapat sekitar 338 ribu siswa SMA, SMK, dan SLB yang berada di bawah kewenangan Pemerintah Provinsi Lampung. Mereka dinilai akan menjadi generasi penentu masa depan Lampung dan Indonesia menuju Indonesia Emas 2045.
“Saya sangat memahami betapa pentingnya acara ini, karena di bawah bimbingan Bapak dan Ibu sekalian terdapat generasi muda yang merupakan masa depan kita,” katanya.
Mirza menilai sejarah telah menunjukkan bahwa kemajuan suatu bangsa selalu bertumpu pada investasi di sektor pendidikan. Ia mencontohkan Jepang pada era Restorasi Meiji yang mengirim ribuan pelajar ke
luar negeri untuk mempelajari ilmu pengetahuan dan teknologi hingga menjadi negara maju.
Hal serupa juga dilakukan Korea Selatan yang berhasil meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui penguatan pendidikan dan riset.
“Rumus sejarah sudah jelas. Ketika kualitas SDM diperbaiki, maka peradaban akan maju. Sebaliknya, sekaya apa pun sumber daya alam yang dimiliki, jika manusianya tidak berkualitas maka kemajuan tidak
akan tercapai,” tegasnya.
Ia menambahkan, amanat mencerdaskan kehidupan bangsa sebagaimana tertuang dalam Pembukaan UUD 1945 harus menjadi tanggung jawab bersama.
“Negara menitipkan amanah ini kepada gubernur, Pemerintah Provinsi Lampung, dan Bapak-Ibu kepala sekolah untuk bertanggung jawab mencerdaskan kehidupan anak-anak bangsa,” pungkasnya. (pip/c1/abd)