BANDARLAMPUNG – Sebanyak 27 juta wisatawan Nusantara berkunjung ke Lampung, menjadikan provinsi ini masuk 10 besar destinasi wisata nasional.
Di balik capaian tersebut, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung menghadapi pekerjaan rumah besar, yakni memperpanjang lama tinggal wisatawan yang saat ini rata-rata hanya 1,3 hari agar belanja wisata ikut meningkat.
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menilai tingginya angka kunjungan tersebut belum memberikan dampak ekonomi yang optimal.
Penyebabnya, rata-rata wisatawan hanya menghabiskan waktu 1,3 hari di Lampung dengan tingkat belanja yang masih rendah.
Menurut Mirza, tantangan utama pemerintah daerah kini bukan lagi sekadar mendatangkan wisatawan, melainkan membuat mereka tinggal lebih lama sehingga pengeluaran selama berada di Lampung ikut meningkat.
"Kita menerima sekitar 27 juta wisatawan Nusantara. Namun rata-rata mereka hanya menginap 1,3 hari dan belanjanya masih rendah. Target kita ke depan adalah membuat wisatawan betah tinggal lebih lama dan membelanjakan uangnya di sini," ujar Mirza.
Untuk mewujudkan hal tersebut, Mirza menilai Lampung perlu membangun budaya pelayanan yang ramah kepada setiap pengunjung. Ia bahkan mengajak masyarakat belajar dari Bali yang dinilai sukses membuat wisatawan merasa nyaman selama berlibur.
Menurutnya, identitas Lampung sebagai daerah yang damai harus ditingkatkan menjadi daerah yang juga dikenal karena keramahannya.
"Ke depan kita harus jadikan Lampung bukan hanya damai, tetapi juga ramah. Semua masyarakat harus bisa membuat setiap tamu yang datang merasa betah di provinsi ini," katanya.
Selain membangun budaya pelayanan, Pemprov Lampung juga memperkuat sumber daya manusia di sektor pariwisata melalui pengembangan sekolah-sekolah pariwisata di daerah.
Mirza mengatakan langkah tersebut dilakukan agar generasi muda Lampung tidak perlu lagi menempuh pendidikan kepariwisataan hingga ke Bali.
"Saya sudah membantu agar banyak dibangun sekolah-sekolah pariwisata. Daripada menyekolahkan anak jauh-jauh ke Bali, lebih baik sekolah pariwisatanya di Lampung," ujarnya.
