Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengungkapkan alasan Presiden Prabowo
Subianto mencopot Dadan Hindayana dari Kepala Badan Gizi Nasional dan dua wakil kepala Badan Gizi
Nasional (BGN).
Ia mengatakan selama 1,5 tahun, Presiden Prabowo memberikan catatan-catatan terhadap pelaksanaan
program makan bergizi gratis.
"Selama 1,5 tahun melakukan monitoring dan evaluasi, banyak catatan-catatan yang itu menjadi dasar
pertimbangan oleh presiden untuk melakukan pergantian ini," kata Prasetyo, di Kantor Presiden,
Kompleks Istana Kepresidenan, Selasa, 2 Juni 2026.
Dia menjelaskan beberapa catatan yang dimaksud seperti persoalan kedisplinan dalam menjalankan
Standar Operasi Prosedur (SOP), kemudian dengan masalah kedisiplinan menjalankan tata kelola,
termasuk kedisiplinan dalam menjaga kualitas makanan yang seharusnya sudah ditetapkan oleh BGN.
"Beberapa hal tersebut yang menjadi pertimbangan dalam 1,5 tahun ini," tuturnya.
Kejaksaan Agung (Kejagung) masih melakukan penggeledahan kantor Badan Gizi Nasional (BGN) pada
Rabu, 3 Juni 2026 sekitar pukul 15.20 WIB.
Salah seorang karyawan yang enggan disebutkan namanya, mengatakan penggeledahan dilakukan di
lantai 2.
"Digeledah lantai 2. Banyak orangnya (yang menggeledah)," kata dia.
Ia menjelaskan lantai 2 tersebut merupakan ruang pimpinan.
"Ruang pimpinan," imbuhnya.
Ia mengatakan selama penggeledahan berlangsung, para karyawan tidak diperbolehkan untuk masuk ke
dalam kantornya.