BANDARLAMPUNG – Rata-rata lama sekolah (RLS) di Provinsi Lampung pada 2025 tercatat mencapai 8,61 tahun, yang menempatkan daerah ini di peringkat ke-28 secara nasional.
Di Sumatera, Lampung masih bersaing ketat dengan provinsi seperti Riau, Aceh, dan Sumatera Utara dengan selisih yang relatif tipis.
Capaian tersebut menunjukkan masyarakat Lampung kini rata-rata telah mengenyam pendidikan hingga kelas IX SMP dan sebagian mulai memasuki jenjang SMA.
Meski masih berada di bawah rata-rata nasional yang mencapai 9,07 tahun, selisih tersebut menjadi tantangan sekaligus peluang bagi Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung untuk terus memperkuat sektor pendidikan.
Selisih Lampung dengan rata-rata nasional 9,07 tahun hanya sekitar 0,46 tahun, sehingga peluang naik peringkat masih terbuka lebar.
Berbagai program peningkatan akses pendidikan yang dijalankan Pemprov Lampung tampak mulai memberikan dampak terhadap meningkatnya angka partisipasi sekolah di berbagai daerah.
Komitmen pemerintah dalam memperluas layanan pendidikan, termasuk pembangunan sarana, pemerataan guru, hingga bantuan pendidikan bagi masyarakat kurang mampu, menjadi fondasi penting untuk mengejar ketertinggalan.
Posisi Lampung yang berada di kelompok tengah nasional juga menunjukkan daerah ini memiliki modal yang cukup kuat untuk terus memperbaiki kualitas sumber daya manusia.
Dengan jarak sekitar 0,46 tahun dari rata-rata nasional, peluang Lampung untuk naik beberapa peringkat pada tahun-tahun ini masih sangat terbuka apabila tren peningkatan pendidikan terus dijaga.
Peningkatan RLS juga menjadi indikator penting karena berkorelasi dengan meningkatnya kualitas tenaga kerja, produktivitas, serta daya saing daerah.
Pemprov Lampung diharapkan terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah kabupaten/kota, dunia pendidikan, dan masyarakat agar semakin banyak anak menyelesaikan pendidikan hingga jenjang menengah bahkan perguruan tinggi.
Melalui konsistensi pembangunan sektor pendidikan, Lampung berpotensi mampu memperbaiki posisi nasional sekaligus mencetak sumber daya manusia yang lebih unggul sebagai fondasi menuju Indonesia Emas 2045.
