Selain mencatat RLS sebesar 8,61 tahun, Lampung juga memiliki harapan lama sekolah (HLS) sebesar 12,79 tahun pada 2025, yang menempatkan daerah ini di peringkat ke-31 nasional.
Angka tersebut menunjukkan anak-anak yang memasuki usia sekolah di Lampung diperkirakan berpeluang menempuh pendidikan hingga hampir 13 tahun atau setara menyelesaikan pendidikan menengah atas.
Meski masih berada di bawah rata-rata nasional yang mencapai 13,30 tahun, capaian itu menjadi modal penting bagi Lampung untuk terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui sektor pendidikan.
Selisih HLS Lampung dengan rata-rata nasional yang hanya sekitar 0,51 tahun membuat peluang untuk mengejar posisi nasional masih terbuka lebar.
Di mana, HLS Lampung masih lebih tinggi dibanding Sumatera Utara, Sumatera Barat, Jambi, Bengkulu, dan Aceh.
HLS sendiri merupakan indikator yang menggambarkan peluang anak untuk terus bersekolah apabila pola partisipasi pendidikan saat ini dapat dipertahankan.
Artinya, semakin tinggi angka HLS maka semakin besar pula kesempatan generasi muda memperoleh pendidikan yang lebih panjang dan berkualitas.
Pemprov Lampung wajib terus mendorong peningkatan akses pendidikan melalui berbagai program pemerataan layanan, pembangunan infrastruktur sekolah, hingga dukungan bagi peserta didik dari keluarga kurang mampu.
Upaya tersebut diharapkan mampu menekan angka putus sekolah sekaligus meningkatkan jumlah lulusan yang melanjutkan pendidikan ke jenjang SMA, SMK, maupun perguruan tinggi.
Dengan selisih sekitar 0,51 tahun dari rata-rata nasional, peluang Lampung untuk memperbaiki posisi dalam indikator HLS masih sangat terbuka apabila seluruh pemangku kepentingan terus bergerak bersama.
Sinergi antara pemprov, pemerintah kabupaten/kota, dunia pendidikan, orang tua, dan masyarakat menjadi kunci agar setiap anak di Lampung memperoleh kesempatan belajar yang lebih lama dan merata.
Konsistensi pembangunan sektor pendidikan diyakini akan menjadi investasi jangka panjang bagi Lampung dalam mencetak generasi unggul, meningkatkan daya saing daerah, serta mendukung terwujudnya visi Indonesia Emas 2045.
