Menurut dia, gerakan kampanye LGBTQ yang bersifat ideologis perlu diwaspadai karena dinilai dapat memengaruhi ketahanan nasional. Sementara itu, individu yang menjadi bagian dari kelompok tersebut harus diperlakukan secara humanis.
“Mereka harus dibantu, dirangkul, difasilitasi, dan didampingi secara humanis, bukan untuk dimusuhi,” katanya.
Ia menegaskan PKS akan terus mengawal isu moralitas bangsa dan menolak segala bentuk normalisasi maupun propaganda LGBTQ di ruang publik maupun ranah legislasi.
“Kami tidak akan membiarkan adanya upaya normalisasi, kampanye, dan propaganda perilaku menyimpang ini di ruang publik ataupun ranah legislasi. Kami juga mendorong adanya aturan yang jelas mengenai pelarangan propaganda LGBTQ di Indonesia,” tegasnya.
Meski demikian, Almuzzammil menilai instrumen negara saja tidak cukup untuk menghadapi kampanye LGBTQ tanpa dukungan keluarga sebagai fondasi utama pertahanan sosial.
“Keluarga yang tangguh akan melahirkan generasi penerus yang beradab dan berkarakter kuat,” pungkasnya. (jpnn/abd)
