Lampung Bidik Pasar Karbon hingga 39 Juta Ton Per Tahun

gambar-user/fF2dADsWWGKPuvfTa5ukI37bUPGDen9R9O3fq80p.webp
Anggi Rhaisa - Selasa, 07 Jul 2026 - 21:57 WIB
FOTO ILUSTRASI
FOTO ILUSTRASI - FOTO ILUSTRASI

Follow Us:

Google News Radar Lampung Radar Lampung WhatsApp Channel
Advertisements

BANDARLAMPUNG - Di tengah ketidakpastian ekonomi global akibat ketegangan geopolitik dan fluktuasi harga komoditas dunia, fondasi ekonomi Lampung terbukti tetap berdiri kokoh. Kinerja domestik yang kuat serta instrumen APBN regional yang adaptif menjadi penyokong utama stabilitas ekonomi Bumi Ruwa Jurai.

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Lampung, Purwadhi Adhiputranto, mengungkapkan indikator makroekonomi daerah menunjukkan tren positif. Berdasarkan data realisasi kinerja fiskal hingga Mei 2026, aktivitas ekspor menjadi salah satu motor penggerak utama pertumbuhan.

“Nilai ekspor Lampung melonjak hingga 29,91 persen secara bulanan (month-to-month/mtm) dan tumbuh signifikan sebesar 43,29 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) hingga April 2026,” ujar Purwadhi.

Sektor industri pengolahan, pertambangan, dan pertanian menjadi penopang masif lonjakan ekspor tersebut. Sementara dari sisi impor, tercatat kenaikan sebesar 37,69 persen (mtm) dan 51,56 persen (yoy), yang didominasi oleh pasokan bahan baku penolong serta barang konsumsi. Dengan dinamika ini, Lampung sukses membukukan surplus neraca perdagangan yang impresif mencapai US$332,19 juta pada April 2026.

Advertisements

Ketahanan ekonomi Lampung pada Triwulan I 2026 juga ditopang oleh konsumsi rumah tangga yang menyumbang kontribusi dominan hingga 64,05 persen dari total aktivitas ekonomi regional. Sektor ini tumbuh sebesar 5,54 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. 

Selain itu, iklim investasi di Lampung terus merangkak naik dengan pertumbuhan 4,39 persen (yoy).

Di sisi lain, pergerakan harga di Lampung terpantau berada di bawah koridor kendali. Hingga akhir Mei 2026, inflasi tahunan berada di angka 1,94 persen (yoy) dan inflasi bulanan sebesar 0,82 persen (mtm). Kenaikan inflasi bulanan ini dipicu oleh fluktuasi harga beberapa komoditas pangan pokok seperti minyak goreng, cabai rawit, bawang merah, tomat, dan cabai merah.

Hingga 31 Mei 2026, Pendapatan Negara di Lampung terealisasi sebesar Rp4.807,84 miliar atau mencapai 35,89 persen dari target, tumbuh 12,91 persen (yoy). 

Advertisements

Lonjakan ini utamanya disumbang oleh Pajak Dalam Negeri yang meroket 31,18 persen (yoy) dengan nilai menembus Rp3.182,73 miliar.

Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) juga tumbuh positif sebesar 4,66 persen (yoy) seiring naiknya pendapatan Badan Layanan Umum (BLU) sebesar 14,90 persen (yoy). 

Sebaliknya, Pajak Perdagangan Internasional masih terkontraksi sebesar -19,01 persen (yoy) akibat pergerakan harga komoditas ekspor global.

Dari pos pengeluaran, belanja negara telah terealisasi sebesar Rp12.012,30 miIar (42,92 persen dari pagu anggaran) atau tumbuh 1,06 persen (yoy). Realisasi Belanja Pemerintah Pusat mengalami percepatan masif hingga 36,57 persen (yoy) dengan nilai Rp3.673,87 miliar.

Advertisements

Share:
Editor: Rizky Panchanov
Source:
Advertisements

Baca Juga

Rekomendasi

Advertisements
Yamaha

Berita Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Berita Terbaru

Advertisements

Berita Pilihan

Advertisements

Topik Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Foto Terbaru

Video Terbaru

Advertisements