Lampung Bidik Pasar Karbon hingga 39 Juta Ton Per Tahun

gambar-user/fF2dADsWWGKPuvfTa5ukI37bUPGDen9R9O3fq80p.webp
Anggi Rhaisa - Selasa, 07 Jul 2026 - 21:57 WIB
FOTO ILUSTRASI
FOTO ILUSTRASI - FOTO ILUSTRASI

Follow Us:

Google News Radar Lampung Radar Lampung WhatsApp Channel
Advertisements

Sementara itu, pos Transfer ke Daerah (TKD) tercatat menyusut sebesar -8,45 persen (yoy) menjadi Rp8.338,43 miliar, yang dipengaruhi oleh penurunan penyaluran komponen Dana Bagi Hasil (DBH), Dana Alokasi Umum (DAU), serta Dana Desa. 

Hingga akhir Mei 2026, neraca APBN Regional Lampung mencatat defisit anggaran sebesar Rp7.204,46 miliar (menyempit –5,56 persen yoy). Defisit yang terukur ini dipastikan tetap aman dalam koridor perencanaan demi pelayanan publik yang prima.

Tak sekadar mengandalkan sektor pajak dan stabilitas fiskal jangka pendek, Lampung kini tengah membidik transformasi ekonomi jangka panjang melalui perdagangan karbon (carbon trading).

Dengan keunggulan geografis dan potensi kawasan hutan serta agraria yang luas, Lampung memiliki peluang emas untuk mengoptimalkan penyerapan emisi karbon hingga mencapai 39 juta ton per tahun. 

Advertisements

Potensi besar ini diharapkan mampu menjadi sumber pendapatan baru daerah sekaligus memposisikan Lampung sebagai pemain utama dalam ekosistem ekonomi hijau nasional.(rls/gie/nca)

 

 

Advertisements

Share:
Editor: Rizky Panchanov
Source:
Advertisements

Baca Juga

Rekomendasi

Advertisements
Yamaha

Berita Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Berita Terbaru

Advertisements

Berita Pilihan

Advertisements

Topik Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Foto Terbaru

Video Terbaru

Advertisements