Menurut Thomas, Troy sedianya dijadwalkan berangkat ke Balikpapan pada pukul 08.00 Wita untuk memimpin ibadah di sebuah gereja. Berdasarkan informasi yang diterima, almarhum sempat beraktivitas seperti biasa sejak pagi.
Namun, ketika sopir pribadinya mencoba menghubungi menjelang keberangkatan, panggilan telepon tidak mendapat respons. Sopir kemudian mendatangi kamar Troy dan bersama sejumlah rekan memutuskan membuka pintu yang terkunci dari dalam.
"Saat pintu berhasil dibuka, beliau ditemukan dalam posisi berbaring di atas tempat tidur," ujar Thomas.
Troy kemudian segera dibawa ke rumah sakit untuk memastikan kondisinya. Namun, tim medis menyatakan nyawanya tidak dapat diselamatkan.
Thomas menambahkan, hasil pemeriksaan awal tidak menemukan tanda-tanda yang mencurigakan pada jenazah. Berdasarkan keterangan keluarga, Troy memiliki riwayat hipertensi dan rutin menjalani pengobatan.
