Polda Metro Selidiki Kematian Sutrimo, Dalami Rekam Medis dan Kronologi Peristiwa

Polisi Minta Publik Tidak Berspekulasi
Agung Budiarto - Minggu, 26 Jul 2026 - 20:52 WIB
Polda Metro Jaya masih mendalami penyebab kematian Sutrimo dengan memeriksa rekam medis, saksi, serta kronologi sebelum korban ditemukan di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.
Polda Metro Jaya masih mendalami penyebab kematian Sutrimo dengan memeriksa rekam medis, saksi, serta kronologi sebelum korban ditemukan di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. - FOTO Disway

Follow Us:

Google News Radar Lampung Radar Lampung WhatsApp Channel
Advertisements

Advertisements

Penyidik juga akan menelusuri seluruh fakta yang berkaitan dengan peristiwa tersebut, termasuk kronologi sebelum korban ditemukan, pihak-pihak yang terlibat dalam proses evakuasi, serta barang-barang pribadi korban.

 

Hingga kini, kepolisian belum menyampaikan kesimpulan mengenai penyebab kematian Sutrimo. Polisi meminta masyarakat menunggu hasil penyelidikan resmi dan tidak menarik kesimpulan sebelum seluruh fakta terungkap.

 

Advertisements

Sementata, Kabar duka datang dari Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN). Juru Bicara Otorita IKN sekaligus Staf Kepala Otorita IKN Bidang Komunikasi Publik, Troy Harold Yohanes Pantouw, meninggal dunia pada Sabtu (25/7/2026).

 

Troy mengembuskan napas terakhir di Kota Nusantara. Berdasarkan keterangan tim medis RS Hermina IKN, almarhum diduga meninggal karena penyebab alami.

 

Advertisements

Deputi Bidang Pengendalian Pembangunan Otorita IKN, Thomas Umbu Pati Tena Bolodadi, mengatakan Troy sempat dilarikan ke RS Hermina IKN sekitar pukul 12.45 Wita setelah ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri di kamar huniannya di Rumah Susun ASN 3 Tower 6, Kota Nusantara.

 

"Beliau dibawa ke rumah sakit sekitar pukul 12.45 Wita dan langsung mendapatkan penanganan dari tim dokter. Pada pukul 14.25 Wita, dokter menyatakan beliau meninggal dunia karena sebab alami," kata Thomas, Sabtu malam.

Share:
Editor: Agung Budiarto
Source:
Advertisements

Baca Juga

Rekomendasi

Advertisements
Yamaha

Berita Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Berita Terbaru

Advertisements

Berita Pilihan

Advertisements

Topik Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Foto Terbaru

Video Terbaru

Advertisements