"Pak Gubernur terus mengarahkan agar para investor yakin Lampung menjadi salah satu wilayah alternatif terbaik untuk berinvestasi, khususnya pada tahun 2026," ujarnya.
Berdasarkan wilayah, Kota Bandar Lampung menjadi daerah dengan realisasi investasi terbesar pada semester I 2026, yakni mencapai Rp2,378 triliun. Disusul Kabupaten Lampung Tengah sebesar Rp1,372 triliun, Lampung Selatan Rp1,140 triliun, dan Kabupaten Tanggamus Rp1,038 triliun.
Sebaliknya, realisasi investasi terendah tercatat di Kabupaten Lampung Barat sebesar Rp6,2 miliar, kemudian Kota Metro Rp13,35 miliar, dan Kabupaten Pringsewu sekitar Rp25,17 miliar.
Sepanjang Januari hingga Juni 2026, terdapat 6.688 proyek investasi di Lampung yang mampu menyerap 9.180 tenaga kerja Indonesia (TKI) serta 35 tenaga kerja asing (TKA).
Untuk investasi PMA, Lampung berada di peringkat keenam di Sumatera dan peringkat ke-24 secara nasional dengan 593 proyek. Sementara PMDN menempati peringkat kelima di Sumatera dan peringkat ke-20 nasional dengan 6.095 proyek.
Secara keseluruhan, Lampung menempati peringkat kelima realisasi investasi di Pulau Sumatera dan peringkat ke-22 secara nasional, dengan pertumbuhan investasi sebesar 17,30 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
