Beda Data Korban Gagal Panen Picu Debat Panas antara Petani dan DKP3 Metro

Ketegangan mewarnai ruang aspirasi DPRD Kota Metro saat puluhan petani dari Metro Selatan yang tergabung dalam Aliansi Petani Menggugat menggelar aksi demonstrasi yang berujung pada debat panas dengan Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan
Ruri Setiauntari - Rabu, 22 Apr 2026 - 18:42 WIB
BERDEBAT: DKP3 Metro dan petani saat menghadiri rapat dengar pendapat di DPRD Metro.
BERDEBAT: DKP3 Metro dan petani saat menghadiri rapat dengar pendapat di DPRD Metro. - FOTO IST

Follow Us:

Google News Radar Lampung Radar Lampung WhatsApp Channel
Advertisements

"Setelah dikonsultasikan ke pemerintah pusat, skema tersebut tidak dapat dijalankan karena adanya ketentuan mekanisme pendampingan dana lain yang harus dipatuhi," terangnya.

Ketua Komisi III DPRD Kota Metro, I’in Dwi Astuti, menyoroti ketidaksinkronan data terkait dampak banjir yang disampaikan dalam forum dengar pendapat tersebut.

Ia menilai persoalan ini tidak boleh dibiarkan berlarut dan meminta dinas terkait untuk melakukan verifikasi langsung di lapangan.

"Kita sudah dengarkan bersama aspirasi petani. Tapi dari sisi data saja sudah tidak sinkron. Kami minta dinas turun ke lapangan, jangan hanya menerima data di atas meja. Harus ada verifikasi langsung agar kebijakan yang diambil benar-benar tepat sasaran," tandasnya.

Advertisements

Lebih lanjut, DPRD Kota Metro memastikan akan membawa persoalan tersebut ke tingkat eksekutif, termasuk merekomendasikan evaluasi terhadap kinerja DKP3 Kota Metro.

DPRD menilai diperlukan langkah pembenahan agar tidak terjadi kembali ketidaksinkronan data yang berpotensi menghambat penanganan dampak bencana di sektor pertanian.

"Kami akan sampaikan kepada Wali Kota untuk melakukan evaluasi terhadap kinerja dinas. Ke depan, hal seperti ini tidak boleh terulang. Harus ada langkah antisipatif agar petani tidak terus menjadi korban," pungkasnya. (rur/nca)

Advertisements

Share:
Editor: Rizky Panchanov
Source:
Advertisements

Baca Juga

Rekomendasi

Advertisements

Berita Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Berita Terbaru

Advertisements

Berita Pilihan

Advertisements

Topik Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Foto Terbaru

Video Terbaru

Advertisements