"Jadi tidak perlu diberi stempel pemerintah dulu, yang penting masyarakat senang dan mau menceritakan hal baik tentang Lampung Selatan bahkan sukarela memasarkan. Satu orang tersenyum itu menambah satu kekuatan city branding manajemen. Ketika launching logo, itu sudah memiliki portofolio. Jadi bukan ini lho city branding manajemen, tidak usah disampaikan tapi masyarakat sudah merasakan," harap Arief.
Jika berjalan dengan benar sesuai konsep awal, logo city branding akan menjadi semacam medium komunikasi untuk meningkatkan kepercayaan stakeholder terhadap Kabupaten Lampung Selatan agar tak sekedar visual tapi ada ruh yang akan coba disambungkan dengan spirit of krakatoa.
"Pada suatu hari nanti harapannya ketika kita mengatakan spirit of krakatoa yang ada adalah kebanggaan masyarakat Lampung Selatan, bahwa sebenarnya adalah warga kelas dunia seperti Gunung Krakatau bukan dikenal hanya mempengaruhi Lampung Selatan atau Indonesia tetapi efeknya mempengaruhi seluruhnya tentu dalam konteks membawa kebaikan," tutup Arief.
Sementara, Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) Kabupaten Lampung Selatan Oloan Sitanggang menambahkan, perlunya dibentuk dedicated team untuk memastikan keberlanjutan konsep city branding manajemen.
"Untuk saat ini BRIDA hanya menjadi inisiator, bahwa kita butuh suatu terobosan untuk bagaimana mewujudkan keinginan pak Bupati agar masyarakat sejahtera. Kita coba dengan diskusi masukan dan lain sebagainya, kita coba menggunakan city branding manajemen sebagai kendaraan kita untuk mencapai tujuan kesejahteraan tersebut," selorohnya.
Oloan sependapat, tidak perlu terburu-buru melakukan launching dan memilih mendahulukan pembuktian di lapangan agar tidak hanya sekedar berwacana tetapi sudah berbasis hasil kinerja.
"Kita mungkin akan membiasakan aktifitas seperti itu bahwa buktikan dulu baru kita berbicara. Perbanyak bekerja ketimbang bicara, gambaran umumnya seperti itu," timpalnya.
Logo city branding manajemen sudah disepakati, berbentuk segitiga dihiasi warna hijau, kuning, dan biru. Warna tersebut merupakan representasi dan selaras dengan tagline spirit of krakatoa.
Oloan mengajak masyarakat meluaskan wawasan dan cara pikir untuk tak memaknai Gunung Krakatau sebagai gunung saja, tetapi didalamnya terdapat efek positif negatif yang hari ini menjiwai semangat pergerakan city branding manajemen.
"Itu ruh yang ingin kita sampaikan ke khalayak, bahwa kita sanggup bertahan di situasi sulit seperti saat letusan Gunung Krakatau dulu yang berdampak hingga ke Eropa tapi sekarang kita tetap ada," cetus Oloan sembari mengakhiri pembicaraan. (Hdk)
