"Untuk pengembangan seluruhnya sepertinya tidak cukup satu periode kepemimpinan Bupati, faktanya memang dari sekian Bupati mungkin belum maksimal karena tidak ada strategi yang dijalankan terkonsep," ucap CEO Petakumpet.
Potensi unggulan di Lampung Selatan disebut memiliki multiplier effect jika saja diberikan perhatian yang cukup, yakni value added creation atau menciptakan nilai tambah dari potensi yang ada.
"Dari kemarin, hasil penelitian kita termasuk konsep dari pak Bupati yang sudah berjalan sebenarnya ada tiga aspek penting," imbuh Chairman Pinasthika Creativestival itu.
Pertama, potensi Gunung Krakatau bukan sekedar gunung tapi juga kesejarahan dan terutama semangat yang melekat. Kedua, konsep bahari dimana ada sekitar 250 kilometer panjang garis pantai termasuk kekayaan alam yang ada disana. Ketiga, konsep darat dan pegunungan meliputi Gunung Rajabasa, pertanian dan sebagainya.
Aspek penting diatas menjadi bahan baku dan siap diolah dengan dua cara, sesuai hasil pemetaan tim di lapangan. Pertama, tools pariwisata, kedua tools edukasi. Pariwisata menjadi ujung tombak koneksitas ke target market.
"Ujung-ujungnya dari city branding manajemen ini, peningkatan pendapatan daerah. Jadi kalau paling gampang pakai satu kata, city branding itu adalah upaya strategi untuk meningkatkan pendapatan daerah. Pendapatan bukan hanya sekedar ekonomi tetapi juga kesejahteraan masyarakat peluang peningkatan jumlah tenaga kerja dan lain sebagainya. Hal itu menjadi nilai plus untuk daerah," ulas Arief.
Selanjutnya edukasi, city branding manajemen menjadi sarana penyiapan sumber daya manusia. Inti lainnya dari program city branding manajemen, terletak pada sumber daya manusia.
Di belahan dunia manapun, maju dan tidaknya peradaban bergantung pada manusia sebagai aktor paling penting. Ditopang kolaborasi strategis hexahelix meliputi pemerintah, akademisi, pelaku usaha, komunitas, media, dan teknologi atau lingkungan.
"Itu pengejawantahan manusia dalam konteks kelembagaan. Dari sana, program ini bukan program yang sekali pukul bahkan kalau bisa tidak hanya satu periode kepemimpinan, bahasanya berkelanjutan atau sustainable. Maka, konsep city branding manajemen harus berakar dari sesuatu yang umurnya lebih panjang dari proses kontestasi lima tahunan," ujar Arief.
Konsep city branding manajemen seyogianya berjalan berkelanjutan, supaya bisa mengawal sampai sejauh mana progres perubahan positif Kabupaten Lampung Selatan. Agar realistis, akan ada rencana aksi membedah capaian target serta evaluasi keberhasilan termasuk kemungkinan kegagalan minor di beberapa titik.
"Program ini memang ditantang untuk konkrit, tidak boleh hanya sekedar janji atau teori seperti banyak terjadi di kota lain," beber Sekjen Indonesia Creative Cities Network ini.
Kegiatan seremonial seperti launching program tak buru-buru dilakukan, Arief ingin menguji efektivitas program agar dirasakan terlebih dulu oleh masyarakat. Semisal, terbentuk semangat perubahan kearah perbaikan di masyarakat.
