Berdasarkan informasi dari Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI, sedikitnya 10 kapal misi kemanusiaan
dilaporkan ditahan, termasuk kapal Amanda, Barbaros, Josef, dan Blue Toys.
Hingga saat ini, kapal yang membawa para jurnalis Indonesia disebut belum dapat dihubungi dan kondisi
awak kapal masih belum diketahui secara pasti.
Meutya menegaskan pihaknya mendukung langkah diplomatik yang ditempuh Kemlu RI untuk
memastikan keselamatan seluruh warga negara Indonesia dalam rombongan tersebut.
“Kemkomdigi akan terus berkoordinasi dengan Kemlu dan pihak terkait lainnya untuk memantau
perkembangan dan mendukung langkah perlindungan bagi warga negara Indonesia dalam misi
tersebut,” katanya.
Kemlu RI sebelumnya juga telah berkoordinasi dengan KBRI Ankara, KBRI Kairo, dan KBRI Amman guna
menyiapkan langkah perlindungan serta percepatan pemulangan WNI apabila diperlukan.
“Doa dan harapan kami menyertai seluruh jurnalis dan relawan kemanusiaan agar senantiasa diberikan
keselamatan,” tambah Meutya.
Di sisi lain, pihak Republika juga mengeluarkan pernyataan resmi yang mengecam tindakan militer Israel
atas penangkapan relawan dan jurnalis dalam misi kemanusiaan tersebut.
“Kami mengecam keras tindakan intersepsi yang dilakukan militer Zionis Israel terhadap kapal misi
kemanusiaan Global Sumud Flotilla di perairan internasional,” tulis Republika dalam pernyataan
resminya.
Republika menilai tindakan tersebut merupakan pelanggaran serius terhadap hukum internasional,
prinsip kemanusiaan universal, dan kebebasan sipil warga dunia yang membawa bantuan bagi
masyarakat Palestina di Gaza.
Para relawan disebut datang membawa bantuan kemanusiaan berupa obat-obatan, logistik, dan
dukungan moral bagi warga sipil Palestina yang selama berbulan-bulan menghadapi blokade dan agresi.
“Dalam rombongan terdapat sembilan relawan asal Indonesia, termasuk dua jurnalis Republika,
Bambang Noroyono dan Thoudy Badai, yang menjalankan tugas jurnalistik dan kemanusiaan.
Keselamatan mereka menjadi perhatian serius kami,” demikian pernyataan tersebut.
Republika juga menegaskan dukungannya terhadap para relawan kemanusiaan dunia dan menolak
segala bentuk kriminalisasi terhadap misi kemanusiaan di perairan internasional. (disway/c1/abd)
