Hari Kebangkitan Nasional 2026: Menjaga Tunas Bangsa untuk Masa Depan Indonesia

Tunas Bangsa dan Nafas Kebangkitan
Agung Budiarto - Jumat, 22 Mei 2026 - 23:57 WIB
Prof. Asep Saepudin Jahar, M.A., Ph.D., Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
Prof. Asep Saepudin Jahar, M.A., Ph.D., Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. - Foto DISWAY

Follow Us:

Google News Radar Lampung Radar Lampung WhatsApp Channel
Advertisements

Oleh: Prof. Asep Saepudin Jahar, M.A., Ph.D., Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

JAKARTA - Setiap 20 Mei, bangsa Indonesia memperingati Hari Kebangkitan Nasional sebagai tonggak
penting lahirnya kesadaran bersama untuk bangkit, bersatu, dan memperjuangkan masa depan bangsa.

Momentum tersebut bukan hanya mengenang berdirinya Boedi Oetomo pada 1908, tetapi juga menjadi
ajang refleksi bagi seluruh elemen bangsa untuk kembali meneguhkan semangat persatuan, pendidikan,
dan perjuangan intelektual dalam menghadapi perkembangan zaman.

Peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke-118 tahun 2026 mengusung tema “Jaga Tunas Bangsa Demi
Kedaulatan Negara,” yang dinilai sangat relevan dengan kondisi Indonesia saat ini.

Advertisements

Kebangkitan nasional di era modern tidak lagi dimaknai sebagai perjuangan fisik melawan penjajahan,
melainkan perjuangan menghadapi tantangan baru seperti disrupsi teknologi, krisis moral, polarisasi
sosial, hingga ancaman terhadap kedaulatan digital bangsa.

Dalam konteks tersebut, menjaga “tunas bangsa” berarti memastikan generasi muda Indonesia tumbuh
dengan karakter kuat, literasi yang memadai, kemampuan berpikir kritis, serta akhlak kebangsaan yang
kokoh. Perguruan tinggi memiliki peran strategis untuk melahirkan generasi yang tidak hanya unggul
secara akademik, tetapi juga memiliki integritas moral dan kepedulian sosial.

Sebagai pimpinan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, kami memandang Hari Kebangkitan Nasional sebagai
momentum untuk memperkuat sinergi antara ilmu pengetahuan, nilai keislaman, dan semangat
kebangsaan.

Islam mengajarkan bahwa kemajuan bangsa harus dibangun di atas fondasi ilmu, keadilan, persatuan,
dan kemaslahatan bersama. Karena itu, penguatan sumber daya manusia menjadi fondasi utama dalam
membangun kebangkitan Indonesia.

Advertisements

Generasi muda tidak boleh hanya menjadi konsumen teknologi, tetapi juga harus mampu menjadi
pencipta inovasi, penggerak perubahan, dan penjaga nilai-nilai kebangsaan di tengah derasnya arus
globalisasi.

Tema Harkitnas tahun ini juga menegaskan pentingnya menjaga kedaulatan negara melalui penguatan
literasi digital dan inovasi nasional.

Dalam pedoman peringatan disebutkan bahwa kebangkitan masa kini sangat berkaitan dengan
kemampuan bangsa menghasilkan karya yang tepat guna, berkualitas, dan mampu bersaing di tingkat
global.

Karena itu, dunia pendidikan harus menjadi ruang lahirnya kreativitas, riset, dan inovasi yang
memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Kampus tidak boleh terjebak dalam rutinitas administratif
semata, tetapi harus hadir sebagai pusat transformasi sosial dan peradaban.

Share:
Editor: Agung Budiarto
Source:
Advertisements

Baca Juga

Rekomendasi

Advertisements
Yamaha

Berita Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Berita Terbaru

Advertisements

Berita Pilihan

Advertisements

Topik Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Foto Terbaru

Video Terbaru

Advertisements