BANDAR LAMPUNG – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Lampung langsung tancap gas mempersiapkan infrastruktur usai menyepakati pembagian cabang olahraga bersama Banten dalam pencalonan tuan rumah PON XXIII 2032.
Fokus kini beralih penuh ke kesiapan teknis, terutama menghadapi tahapan krusial visitasi dan verifikasi venue oleh tim Penjaringan dan Penyaringan (TPP) KONI Pusat.
Wakil Ketua Umum II KONI Lampung, Riagus Ria, menegaskan pihaknya tidak ingin kehilangan momentum.
“Selanjutnya kita fokus menghadapi verifikasi venue. Senin, 6 April 2026, kami mengundang panitia dan cabor untuk mendampingi tim verifikasi,” ujarnya, Kamis (2/4/2026).
Langkah cepat itu diikuti dengan konsolidasi maraton yang melibatkan panitia internal dan seluruh pengurus provinsi cabang olahraga (Pengprov). Mereka akan memastikan kesiapan sarana dan prasarana sesuai standar masing-masing federasi.
Sebanyak 26 cabang olahraga yang menjadi porsi Lampung akan ditinjau ulang, mulai dari kondisi arena pertandingan hingga fasilitas penunjang.
Verifikasi venue tidak hanya menilai kelayakan lapangan, tetapi juga ekosistem pendukung, seperti aksesibilitas, fasilitas medis, ruang tes doping, serta kenyamanan bagi atlet, ofisial, dan penonton.
Bagi KONI Lampung, tahap ini ibarat gerbang seleksi dengan lampu sorot terang. Sedikit saja detail terlewat, nilainya bisa terpangkas.
Sebagai informasi, tim TPP KONI Pusat dijadwalkan melakukan visitasi ke Lampung pada 14 hingga 18 April 2026.
Dengan waktu yang terus berlari, KONI Lampung kini berpacu memastikan seluruh venue bukan sekadar siap, tetapi benar-benar layak menjadi panggung olahraga nasional. (*)
