BANDARLAMPUNG — Polemik operasional SMA Siger memasuki babak baru. Setelah tersandung persoalan perizinan hingga tidak dapat menjalankan aktivitas pendidikan secara normal, puluhan siswa SMA Siger kini harus meninggalkan sekolah asal mereka dan dipindahkan ke sejumlah sekolah swasta di Bandarlampung.
Langkah penyelamatan darurat pun dilakukan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung agar para siswa tidak menjadi korban persoalan administrasi dan tata kelola lembaga pendidikan.
Sebanyak 79 siswa SMA Siger resmi mengikuti proses belajar dan ujian di enam sekolah swasta berbeda pada Senin (8/6). Bahkan, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Lampung Thomas Amirico ikut mengantar para siswa ke sekolah tujuan.
Peristiwa ini menjadi salah satu kasus pendidikan yang menyita perhatian publik. Sebab di tengah gencarnya upaya peningkatan mutu pendidikan, justru muncul persoalan mendasar berupa kegagalan sebuah sekolah memenuhi legalitas operasional yang akhirnya berdampak langsung kepada peserta didik.
"Hari ini saya mengantar siswa SMA Siger ke sekolah tujuan. Ada enam sekolah yang melaksanakan ujian dan seluruh siswa sudah mengikuti proses belajar dengan baik," kata Thomas.
Pemprov melalui Disdikbud Lampung kemudian menempatkan siswa ke enam sekolah swasta yang dinilai memiliki kapasitas menerima peserta didik tambahan.
Distribusi siswa dilakukan berdasarkan kedekatan lokasi tempat tinggal agar tidak menambah beban transportasi dan biaya keluarga.
Adapun enam sekolah tersebut yakni SMA Arjuna menerima 28 siswa, SMA Islamiyah menerima 21 siswa, SMA Bina Mulya menerima 20 siswa, SMA Assafina menerima 7 siswa, SMA Budaya menerima 2 siswa, dan SMA Pangudi Luhur menerima 1 siswa
Menariknya, pada hari pertama masuk sekolah baru, para siswa tidak langsung beradaptasi melalui kegiatan pengenalan lingkungan sekolah.
Mereka justru langsung mengikuti ujian yang berfungsi ganda sebagai tes masuk sekaligus ujian kenaikan kelas.
Meski demikian, Thomas memastikan proses ujian berlangsung lancar. Menurutnya, para siswa terlihat tetap bersemangat mengikuti seluruh tahapan pembelajaran.
"Mereka tampak semangat mengerjakan tes. Mudah-mudahan bisa merasa nyaman di sekolah yang sekarang," ujarnya.