"Memang ada kenaikan. Rata-rata kenaikannya sekitar 8 sampai 10 persen. Itu sudah termasuk
kendaraan listrik," ujar Saipul usai aksi PMII di Kompleks Kantor Gubernur Lampung, Senin, 29 Juni 2026.
Menurut Saipul, angka pertumbuhan yang lebih tinggi dalam data semesteran merupakan hasil
akumulasi serta fluktuasi yang terjadi pada bulan-bulan tertentu.
"Kalau menurut data saya, rata-rata kenaikannya sekitar 8 sampai 10 persen selama enam bulan
terakhir. Persentase yang lebih tinggi itu bisa saja terjadi pada bulan-bulan tertentu," jelasnya.
Ia menegaskan, meningkatnya penjualan kendaraan baru berdampak langsung terhadap peningkatan
Pendapatan Asli Daerah.
"Pertama, tentu PAD bertambah. Kedua, ini menunjukkan bahwa kondisi ekonomi masyarakat kita
sedang bagus," katanya.
Ditopang Sektor Perkebunan dan Pertanian
Saipul menilai tingginya pertumbuhan penjualan kendaraan di sejumlah daerah tidak terlepas dari
membaiknya harga komoditas perkebunan dan pertanian.
Menurutnya, daerah yang mengandalkan komoditas seperti kelapa sawit, karet, singkong, dan padi kini
menikmati peningkatan pendapatan masyarakat sehingga daya beli ikut terdongkrak.
Sebaliknya, daerah dengan pertumbuhan pembelian kendaraan yang rendah diduga masih menghadapi
perlambatan aktivitas ekonomi.
Data yang diterima radarlampung.co.id menunjukkan pertumbuhan kendaraan baru terjadi di hampir
seluruh kabupaten/kota di Lampung, meski dengan laju yang berbeda-beda.
Bandar Lampung masih menjadi pasar kendaraan terbesar. Penjualan kendaraan roda dua meningkat 8
persen, sedangkan roda empat melonjak hingga 63 persen.
Lampung Selatan mencatat kenaikan 22 persen pada kendaraan roda dua dan 40 persen pada
kendaraan roda empat.