PT Tanjungkarang Perberat Hukuman Mantan Komisaris dan Direksi PT LEB

Pengadilan Perberat Hukuman Eks Petinggi LEB
Rizky Panchanov - Kamis, 30 Jul 2026 - 20:48 WIB
Persidangan kasus dugaan korupsi participating interest 10 persen PT Lampung Energi Berjaya beberapa waktu lalu. Diketahui, Pengadilan Tinggi Tanjungkarang  di tingkat banding memperberat hukuman tiga terdakwa dalam kasus ter
Persidangan kasus dugaan korupsi participating interest 10 persen PT Lampung Energi Berjaya beberapa waktu lalu. Diketahui, Pengadilan Tinggi Tanjungkarang  di tingkat banding memperberat hukuman tiga terdakwa dalam kasus ter - FOTO DOK. RADAR LAMPUNG

Follow Us:

Google News Radar Lampung Radar Lampung WhatsApp Channel
Advertisements

 

“Di dalam Rutan sudah ada tiga terdakwa lain yang ditahan, sehingga dikhawatirkan dapat mengganggu proses penyidikan dan penuntutan,” tegas Ricky.

 

Advertisements

Diketahui, Arinal Djunaidi ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejati Lampung pada Selasa (28/4/2026) dalam kasus dugaan korupsi pengelolaan dana PI 10 persen wilayah kerja Offshore South East Sumatera senilai 17,286 juta dolar AS.

 

Dalam konferensi pers, penyidik menyebut penetapan tersangka dilakukan setelah ditemukan minimal dua alat bukti yang cukup.

 

Advertisements

Usai ditetapkan sebagai tersangka, Arinal langsung ditahan di Rutan Kelas I Bandarlampung selama 20 hari terhitung sejak 28 April hingga 17 Mei 2026.

 

Dalam perkara tersebut, Arinal dijerat Pasal 603 KUHP juncto Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001. Selain itu, ia juga dikenakan Pasal 3 juncto Pasal 18 undang-undang yang sama.

 

Advertisements

Sebelumnya, Pengadilan Negeri Tanjungkarang kembali menggelar sidang dugaan korupsi dana Participating Interest (PI) 10 persen PT Lampung Energi Berjaya (LEB), Kamis, 7 Mei 2026. Sidang berlangsung di Ruang Garuda dengan agenda pemeriksaan saksi dari jaksa penuntut umum (JPU).

 

Share:
Editor: Agung Budiarto
Source:
Advertisements

Baca Juga

Rekomendasi

Advertisements
Yamaha

Berita Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Berita Terbaru

Advertisements

Berita Pilihan

Advertisements

Topik Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Foto Terbaru

Video Terbaru

Advertisements