Dari sisi akomodasi, Lampung memiliki sekitar 353 hotel, termasuk hotel berbintang, yang siap
mendukung kebutuhan atlet, ofisial, dan tamu PON. Sementara dari sektor kesehatan tersedia 229
rumah sakit, 1.501 dokter, hampir 8.000 perawat, serta sekitar 2.000 tenaga keolahragaan.
Pemerintah Provinsi Lampung menyiapkan enam kabupaten/kota sebagai lokasi penyelenggaraan
cabang olahraga PON XXIII 2032, yakni Kota Bandar Lampung, Kota Metro, Kabupaten Lampung Selatan,
Kabupaten Pringsewu, Kabupaten Pesawaran, dan Kabupaten Pesisir Barat.
Bandar Lampung disiapkan sebagai pusat fasilitas utama. Lampung Selatan direncanakan untuk cabang
aerosport, panahan, bola tangan, kriket, dan bisbol. Kabupaten Pesawaran disiapkan untuk cabang
catur, Kabupaten Pringsewu untuk cabang dayung atau ski air, sementara Kabupaten Pesisir Barat
difokuskan sebagai lokasi cabang olahraga selancar dengan dukungan ombak kelas dunia.
Selain kesiapan olahraga, Pemerintah Provinsi Lampung juga mempromosikan potensi wisata unggulan
di wilayah penyelenggara, seperti Pantai Tanjung Setia, Pulau Pahawang, Taman Nasional Way Kambas,
kebun raya, air terjun, hingga kawasan wisata keluarga.
Mirza menegaskan penyelenggaraan PON akan memberikan multiplier effect bagi daerah, mulai dari
peningkatan kunjungan wisata, perputaran ekonomi lokal, penguatan UMKM, hingga penciptaan
lapangan kerja di sektor jasa, transportasi, perhotelan, dan ekonomi kreatif.
“PON ini akan menggerakkan ekonomi masyarakat, memperkuat pariwisata, mendorong UMKM naik
kelas, sekaligus mempercepat pembangunan infrastruktur yang manfaatnya akan dirasakan masyarakat
jauh setelah PON selesai,” kata Mirza.
Dalam forum tersebut, Mirza hadir bersama Ketua DPRD Lampung Ahmad Giri Akbar dan Sekretaris
Daerah Provinsi Lampung Marindo Kurniawan sebagai bentuk keseriusan dan komitmen daerah.
Ketua Umum KONI Pusat, Marciano Norman, menyebut hasil peninjauan lapangan menunjukkan tingkat
kesiapan Lampung saat ini mencapai sekitar 76 persen dan masih memiliki waktu enam tahun untuk
penyempurnaan.
“Lampung memiliki potensi besar, terutama untuk olahraga pantai dan olahraga air. Beberapa venue
hanya membutuhkan renovasi ringan, dan Lampung memiliki lahan luas untuk pengembangan fasilitas
olahraga ke depan,” ujarnya.
Sementara itu, Gubernur Banten Andra Soni menyatakan kesiapan penuh Provinsi Banten untuk
mendukung penyelenggaraan PON bersama Lampung.
Menanggapi hal tersebut, Marciano Norman menegaskan paparan kesiapan Lampung dan Banten
menjadi pertimbangan penting bagi seluruh KONI provinsi.
“Apa yang kami lihat hari ini menunjukkan keseriusan dan komitmen yang kuat. Ini akan menambah
keyakinan peserta Musornaslub untuk menyetujui Lampung dan Banten sebagai tuan rumah PON XXIII
Tahun 2032,” pungkasnya. (adpim/c1/abd)
