Ke depan, kerja sama akan diarahkan pada transaksi yang berkelanjutan dan terukur.
Pemerintah daerah bersama para pelaku usaha juga akan memperkuat pertukaran informasi terkait produksi, kebutuhan, harga dan kondisi logistik.
Evaluasi pelaksanaan kerja sama akan dilakukan secara berkala untuk memastikan kemitraan berjalan sesuai target.
Selain pasokan, perwakilan pemerintah daerah dari Lampung juga mempelajari pengembangan komoditas bawang merah di Kabupaten Solok.
Hal yang menjadi perhatian antara lain pengembangan kawasan bawang merah, tata kelola budidaya, pembinaan kelembagaan kelompok tani serta sistem perbenihan varietas lokal SS Sakato.
Pengetahuan tersebut diharapkan dapat menjadi masukan dalam pengembangan sentra produksi bawang merah di Lampung.
Dengan kerja sama yang berjalan konsisten, KAD Bandar Lampung, Metro dan Kabupaten Solok diharapkan dapat memberikan dampak terhadap stabilitas harga pangan, peningkatan kesejahteraan petani, penguatan ketahanan pangan serta perlindungan daya beli masyarakat.
Bank Indonesia juga akan terus mendukung koordinasi antardaerah, fasilitasi kemitraan, pemanfaatan data serta peningkatan kapasitas petani dan pelaku usaha agar manfaat kerja sama dapat berlangsung secara berkelanjutan. (rls/abd)
