BANDAR LAMPUNG – Harga sejumlah kebutuhan pokok di Pasar Pasirgintung, Kota Bandarlampung,
mengalami kenaikan pada Senin (8/6). Kenaikan paling signifikan terjadi pada komoditas bawang merah
yang kini mencapai Rp60 ribu per kilogram.
Sebelumnya, harga bawang merah masih berada di kisaran Rp35 ribu per kg. Lonjakan hampir dua kali
lipat tersebut membuat banyak warga mengeluhkan tingginya biaya belanja kebutuhan rumah tangga.
Selain bawang merah, harga cabai merah juga masih tergolong tinggi dan dijual sekitar Rp45 ribu per
kilogram. Sementara harga bawang putih bertahan di kisaran Rp40 ribu per kilogram.
Untuk minyak goreng merek Minyakita, pedagang menjual dengan harga Rp22 ribu per liter.
Meski harga sejumlah bahan pokok mengalami kenaikan, aktivitas jual beli di Pasar Pasir Gintung tetap
berlangsung ramai. Namun, sebagian pembeli terlihat mengurangi jumlah belanja, terutama untuk
kebutuhan bumbu dapur.
Salah seorang warga Bandar Lampung, Siti Aisyah (38), mengaku keberatan dengan lonjakan harga
bawang merah yang mencapai Rp60 ribu per kilogram.
“Biasanya beli satu kilogram masih terjangkau, sekarang mahal sekali. Jadi terpaksa beli sedikit-sedikit
supaya cukup untuk kebutuhan rumah,” ujarnya.
Keluhan serupa disampaikan Rina Wulandari (41). Menurutnya, kenaikan harga sejumlah kebutuhan
pokok membuat pengeluaran rumah tangga semakin besar.
“Cabai merah memang sudah mulai turun, tapi sekarang bawang merah dan minyak masih mahal. Kalau
seperti ini, pengeluaran belanja makin berat,” katanya.
Di sisi lain, pedagang mengaku tidak memiliki banyak pilihan selain menyesuaikan harga jual karena
harga pasokan dari distributor lebih dulu mengalami kenaikan.
Yanti, salah seorang pedagang sembako di Pasar Pasir Gintung, mengatakan harga bawang merah mulai
merangkak naik dalam beberapa hari terakhir hingga akhirnya menembus Rp60 ribu per kilogram.
“Dari distributornya memang sudah mahal. Jadi kami juga harus menyesuaikan harga jual. Kalau tidak,
kami bisa rugi,” jelasnya.