BANDARLAMPUNG – Puluhan papan bunga berjajar di kawasan Tugu Adipura, Kota Bandarlampung,
Selasa (9/6).
Papan bunga tersebut memuat berbagai pesan yang berkaitan dengan pemberantasan aksi begal serta
harapan masyarakat terhadap terciptanya situasi keamanan yang kondusif di Lampung.
Beberapa pesan yang tertulis di papan bunga antara lain “Polda Lampung Jangan Kendor Berantas Begal
di Lampung”, “Masyarakat Butuh Rasa Aman, Berantas Begal”, hingga “Lampung Aman Harapan
Bersama”.
Kemunculan papan bunga tersebut terjadi setelah viralnya kasus seorang terduga pelaku begal yang
sebelumnya diamankan aparat kepolisian dan dikabarkan meninggal dunia usai menjalani penanganan.
Kasus tersebut menjadi sorotan publik setelah pihak keluarga terduga pelaku menunjuk sejumlah
pengacara untuk mengawal proses hukum dan mengungkap fakta terkait peristiwa tersebut.
Pantauan di lokasi menunjukkan keberadaan papan bunga menarik perhatian masyarakat dan pengguna
jalan yang melintas di kawasan pusat Kota Bandar Lampung. Sejumlah warga tampak berhenti sejenak
untuk membaca berbagai pesan yang terpampang di sepanjang trotoar.
Rudi Hartono (41), warga Kedaton, menilai pemasangan papan bunga tersebut mencerminkan tingginya
perhatian masyarakat terhadap isu keamanan jalanan di Lampung.
“Kasus begal memang sering menjadi perhatian warga. Ketika ada papan bunga seperti ini, masyarakat
tentu penasaran dan membicarakannya,” ujarnya.
Pendapat serupa disampaikan Winda Sari (29), warga Sukarame. Menurutnya, masyarakat berharap
keamanan dan ketertiban tetap terjaga di tengah ramainya perbincangan kasus tersebut di media sosial.
“Yang terpenting masyarakat merasa aman. Namun seluruh proses juga harus berjalan sesuai aturan
agar semuanya jelas,” katanya.
Sementara itu, Arman (35), seorang pengemudi ojek online di Bandar Lampung, mengaku isu
kriminalitas jalanan masih menjadi perhatian para pengendara, terutama yang beraktivitas pada malam
hari.
“Kalau bekerja sampai malam memang ada rasa khawatir. Karena itu isu begal biasanya cepat mendapat
perhatian masyarakat,” ungkapnya.